Jakarta, TopBusiness – Sampai dengan triwulan II/2025, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) membukukan pendapatan sebesar Rp3,8 triliun, atau turun 33% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Demikian hal tersebut terlihat dari website idx.co.id, di Jakarta, hari ini.
ADHI membukukan pendapatan joint operation atau JO sebesar Rp4,3 triliun dan pendapatan NJO sebesar Rp5,7 triliun. Kontribusi terbesar pendapatan ADHI yakni berasal dari proyek infrastruktur Jalan Tol Yogyakarta Bawen Paket 1, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo, dan Pabrik PUSRI III-B.
Kemudian dari sisi laba kotor, ADHI mencetak laba kotor sebesar Rp521 miliar, meningkat 10% dibandingan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan laba kotor tersebut merupakan klaim eskalasi proyek jalan tol.
Dari sisi bottom line, ADHI mencetak laba selama triwulan II Tahun 2025 sebesar Rp7,5 miliar atau turun 46% dari laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya. Turunnya kinerja pada periode ini merupakan dampak dinamika perolehan kontrak.
Total aset ADHI pada triwulan II/2025 mencapai Rp34,4 triliun, menurun 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Liabilitas ADHI pada triwulan II/2025 mencapai Rp24,7 triliun, atau menurun 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebagai dampak pelunasan kewajiban.
