Jakarta, BusinessNews Indonesia—Pertamina mencatatkan laba USD 1,99 miliar di tengah berbagai tantangan yang dihadapi selama sembilan bulan di tahun 2017.
“Pertamina masih tetap bisa mencatatkan laba, di tengah penugasan dalam penyediaan BBM (bahan bakar minyak) bagi masyarakat di seluruh Indonesia, dengan harga sesuai ketetapan pemerintah. Pertamina juga secara maksimal melakukan langkah-langkah penghematan dari pengadaan di sektor hulu-hilir tanpa mengganggu operasional dan tidak mengurangi kualitas,”kata Direktur Utama Pertamina, Elia Massa Manik, dalam keterangan pers (2/11/2017).
Massa menambahkan, apabila mengacu pada formula penghitungan harga BBM, kinerja keuangan Pertamina lebih baik, di mana pendapatan bisa mencapai USD 32,8 miliar dan nett income USD 3,05 miliar.
“Namun demikian, selisih pendapatan tersebut telah dikembalikan sebagai kontribusi Pertamina kepada masyarakat, untuk menutup selisih harga jual BBM sebesar USD 1,42 miliar (sekitar Rp 19 triliun). Itu belum termasuk kontribusi dalam bentuk PPN dan PBBKB,” kata dia.
Massa mengimbuhkan, sesungguhnya nilai tersebut sangat dibutuhkan Pertamina untuk investasi di sektor hulu, kilang, dan proyek-proyek strategis lainnya.
