Jakarta, TopBusiness — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola perusahaan yang kokoh dan berkelanjutan melalui transformasi menyeluruh dalam penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC). Hal ini diungkapkan dalam sesi presentasi penjurian TOP GRC Awards 2025 yang digelar oleh Majalah Top Business secara virtual, Rabu (30/7/2025).
“Kami memandang GRC bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi, tetapi sebagai fondasi strategis untuk menjamin keberlanjutan bisnis, memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan, serta menciptakan nilai tambah yang nyata,” tegas R. Efin Febriantoro, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN EPI dalam paparannya.
Lonjakan Kinerja Finansial Berkat Tata Kelola yang Konsisten
Transformasi GRC yang dijalankan PLN EPI terbukti menghasilkan pertumbuhan bisnis yang signifikan. Pendapatan perusahaan melonjak dari Rp 15 triliun pada 2022 menjadi Rp 41,91 triliun pada 2024. Sementara EBITDA naik hampir tiga kali lipat, dari Rp 1,35 triliun menjadi Rp 3,64 triliun.
Menurut Efin, pertumbuhan ini merupakan buah dari penguatan sistem pengendalian internal dan mitigasi risiko yang diterapkan secara disiplin dan konsisten di seluruh lini.
Implementasi Tiga Lini Pertahanan, Pengawasan Melekat
PLN EPI menerapkan kerangka kerja Three Lines of Defense sebagai landasan manajemen risiko terintegrasi:
Lini Pertama dijalankan oleh unit-unit operasional yang langsung mengelola risiko,
Lini Kedua difokuskan pada fungsi Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan Tata Kelola,
Lini Ketiga dijalankan oleh unit audit internal yang independen.
Model ini diperkuat dengan prinsip Four Eyes dan regulasi internal seperti Edaran Direksi dan Pedoman Board Manual 2023.
Skor Maturitas GRC dan Keberlanjutan Terus Meningkat
PLN EPI juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam indikator maturitas tata kelola:
Skor GCG (ACGS): naik dari 91,57 pada 2023 menjadi 93,74 pada 2024
Risk Maturity Index: mencapai 2,90 pada 2024
Maturity Level Sustainability: meningkat dari 3,04 ke 3,75 di semester I 2025
“Fokus kami bukan hanya pada kepatuhan administratif, tetapi juga pada penciptaan budaya manajemen risiko yang adaptif dan responsif terhadap dinamika bisnis energi primer,” tambah Efin.
Integrasi ESG: Dari Emisi ke Ekonomi Sirkular
PLN EPI menunjukkan langkah nyata dalam mendukung agenda keberlanjutan global melalui program Integrated Farming System (IFS) yang berbasis biomassa dan ekonomi kerakyatan. Tiga wilayah telah menjadi lokasi implementasi:
Gunung Kidul (2023): 60 Ha lahan kritis diubah menjadi kebun produktif dengan 100.000 bibit, menurunkan emisi 780 ton CO₂ per tahun
Tasikmalaya (2024): 106 Ha, menghasilkan 1.200 ton biomassa dan menekan emisi hingga 1.378 ton CO₂
Cilacap (2024): 30 Ha dan 1.300 ton CO₂
Program ini juga memberdayakan lebih dari 900 warga, menghasilkan pakan ternak, serta menciptakan pendapatan tambahan ratusan juta rupiah tiap tahun bagi masyarakat.
Teknologi GRC Pertama di Dunia
PLN EPI memanfaatkan teknologi sebagai katalis GRC melalui sejumlah aplikasi digital unggulan:
Compliance Online System (COS)
Anti-Conflict of Interest (COI) App
FRA Online dan Regulatory Compliance System (RCS)
REPICS, M-ACTION, dan eRBAS
Yang paling menonjol adalah P2EP (Perencanaan dan Pengendalian Energi Primer), aplikasi pertama di dunia yang mampu mengintegrasikan pasokan batubara, gas, BBM, dan biomassa secara end-to-end, dari hulu ke hilir.
“P2EP membantu kami membuat keputusan strategis berbasis data real-time, serta memetakan roadmap dekarbonisasi secara presisi dan efisien,” ungkap Efin.
Sinergi Organ Perusahaan: Solid dan Terstruktur
Transformasi GRC PLN EPI tak lepas dari dukungan penuh tiga pilar organisasi:
Direktur Utama memastikan implementasi menyeluruh sistem GRC dan GCG
Sekretaris Perusahaan menjamin kepatuhan regulasi serta koordinasi lintas unit
Dewan Komisaris menjalankan fungsi pengawasan dan penilaian risiko strategis
Seluruh peran tersebut diatur dalam Perdir No.0042.P/DIRUT/2025, menjadi fondasi tata kelola yang adaptif dan berorientasi masa depan.
Komitmen Menjadi Benchmark Tata Kelola BUMN
Paparan PLN EPI di ajang Top GRC Awards 2025 menjadi bukti nyata bahwa tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Kami ingin menjadi benchmark bagi tata kelola perusahaan di lingkungan BUMN. Lebih dari itu, kami ingin memastikan bahwa transformasi ini memberikan dampak nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan ketahanan energi nasional,” pungkas Efin.
