Jakarta, BusinessNews Indonesia—Kepala Divisi Information Technology (IT) dan Pengadaan Rumah Sakit Pelni (Jakarta), Narkim Nurhakim, mengatakan di Jakarta (6/11/2017) bahwa diterapkannya sistem teknologi-informasi (TI) melahirkan sejumlah keuntungan bagi rumah sakit tersebut.
“Di antara itu, adalah adanya efisiensi sejumlah biaya. Misalnya, penggunaan kertas bisa dikurangi,” kata dia dalam wawancara khusus dengan Majalah BusinessNews Indonesia.
Dia pun mengatakan, waktu pelayanan pasien bisa lebih efisien. Contohnya, waktu pendaftaran yang sebelumnya bisa berkisar dua jam, menjadi paling lama 5 menit setelah adanya implementasi TI.
“Untuk pendaftaran pasien, ada sarana bernama Anjungan Pendaftaran Mandiri,” kata dia.
Contoh berikutnya, dokter di rumah sakit itu tidak perlu lama mencari catatan rekam medik, karena sudah ada sistem rekam medik elektronik. Tadinya, pencarian itu bisa membutuhkan waktu sekitar setengah jam.
Narkim pun menjelaskan bahwa sistem TI di Rumah Sakit Pelni, dikembangkan sendiri secara internal. Konsepnya adalah ‘to made but not to buy’.
Keuntungan dari pengembangan internal itu yakni implementasi yang bisa sesuai dengan keinginan ataupun kebutuhan para pengguna seperti dokter, tenaga keuangan, perawat, tenaga administrasi, dan lain-lain.
“Keuntungan seperti itu,” dia menambahkan, “tidak bisa ditemui kalau menggunakan perangkat lunak sediaan para vendor.”
