TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Terapkan GRC Agile dan Adaptif, PT Atome Finance Sukses Hadirkan Risk Underwriting sebagai Business Enabler

Irawan Djoko Nugroho
6 August 2025 | 09:42
rubrik: Event, GCG
Terapkan GRC Agile dan Adaptif, PT Atome Finance Sukses Hadirkan Risk Underwriting sebagai Business Enabler

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Atome Finance Indonesia terpilih menjadi nominator TOP GRC Awards 2025. PT Atome Finance Indonesia merupakan perusahaan yang menjalankan aktivitas bisnis utama di bidang pembiayaan berbasis teknologi (multifinance), dengan fokus pada solusi Buy Now Pay Later (BNPL) serta produk pembiayaan inovatif lainnya yang menjangkau berbagai segmen masyarakat.

Sebagai perusahaan yang memiliki visi: ‘Menjadi solusi pembiayaan digital yang terpercaya yang berkontribusi dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat luas dan mendukung pemerintah dalam mencapai target inklusi keuangan di Indonesia’ ini, mengikuti sesi presentasi penjurian TOP GRC Awards 2025, Kamis (31/7/2025) lalu.

Hadir dalam Penjurian, Direktur Utama PT Atome Finance Indonesia, Meri Ui; Direktur Risk Manajemen, Vemil Putra; Direktur IT, Irwan Wirawan; dan Kandidat Direktur Keuangan, Mikael Suryathyo. Selain itu,  Komisaris, Wawan Salum; Head of Compliance, Dewi Citrowati, Risk Management, Nurul Fikri; serta Business Development, Ariefudin.   

Dalam Penjurian, Meri Ui menyatakan guna mewujudkan visi yang ada, manajeman melaksanakan Governance, Risk, and Compliance (GRC). Pelaksanaan GRC yang kuat diyakini Manajemen menjadi pondasi utama bagi keberlanjutan bisnis Perusahaan. GRC tidak hanya dipandang sebagai kewajiban kepatuhan, tetapi sebagai sistem pengelolaan risiko dan tata kelola yang terintegrasi untuk memastikan operasional berjalan sehat, transparan, dan adaptif terhadap tantangan jangka panjang.

Adapun GRC yang dilaksanakan, menggunakan pendekatan agile dan adaptif. Pendekatan agile di antaranya dengan melakukan transformasi GRC. Transformasi ini mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Salah satu contoh nyata adalah penerapan penilaian Tingkat Kesehatan Keuangan (TKK) secara bulanan.

Sementara itu dalam pendekatan yang adaptif, manajemen juga mengelola pertumbuhan secara berkelanjutan, memitigasi risiko sejak dini, dan menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari regulator hingga mitra bisnis dan pemegang saham.

BACA JUGA:   Genjot Transformasi Digital, Kinerja Bank Wonogiri Melesat di 2025

Dengan kedua pendekatan tersebut, banyak capaian positif yang berhasil dibukukan PT Atome Finance Indonesia. Baik dari sisi kinerja, Tata Kelola, pemanfaatan teknologi, serta berhasil melaksanakan inovasi teknologi.  

Dari sisi kinerja, misalnya. Perusahaan hingga bulan Juni 2025 mencatatkan pencapaian signifikan: Laba tercapai melampaui target 283%, serta semua indikator rentabilitas utama (ROA, ROE, BOPO, dan NIM) melampaui ekspektasi.

Selain itu, rasio NPF Gross dan Net lebih baik dari target. Ini menunjukkan efektivitas dalam hal penyaluran pembiayaan dan pengelolaan aset yang sehat.

Perusahaan juga berhasil mempertahankan Tingkat Kesehatan pada level 2, mencerminkan stabilitas bisnis yang didukung oleh tata kelola dan manajemen risiko yang baik. Di samping itu, Perusahaan juga berhasil mencatatkan pertumbuhan laba positif sejak tahun ketiga beroperasi dengan NPF yang sangat rendah (0.08%). Tahun 2024 Perusahaan juga melewati proses audit OJK tanpa temuan material.

Pada Tata Kelola, Perusahaan berhasil melakukan transformasi Tata Kelola secara progresif. Di mana sejak berdiri pada 2021, Perusahaan telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam struktur GRC, dari hanya 1 Direktur dan 2 Komisaris (2021), menjadi struktur lengkap dengan seluruh komite pendukung (2022–sekarang).

Pada pemanfaatan teknologi, Perusahaan juga berhasil memanfaatkan teknologi dalam implementasi GRC. Seperti misalnya, Implementasi Fraud Detection System, dashboard AML otomatis, Liveness check untuk e-KYC, dan RCSA. Implentasi tersebut otomatis menjadikan Perusahaan lebih siap dalam menghadapi dinamika bisnis.

Dalam Inovasi Teknologi, Perusahaan di antaranya telah menghadirkan Fraud Detection System. Sebuah Inovasi Teknologi dalam GRC. Fraud Detection System adalah sistem deteksi fraud berbasis AI yang mampu mengidentifikasi pola mencurigakan secara real-time. Menggunakan machine learning untuk terus meningkatkan akurasi deteksi dan mengurangi false positives.

BACA JUGA:   GRC Jadi Pilar Utama dalam Membangun Bisnis Berkelanjutan, PLN Indonesia Power Services Kandidat TOP GRC Awards 2025

Dengan semua keberhasilan tersebut, tidak berlebihan jika PT Atome Finance Indonesia juga berhasil menghadirkan Benchmark untuk Risk Underwriting sebagai Business Enabler.

Hal ini karena kemampuan Perusahaan dalam melakukan risk underwriting secara real-time tidak hanya menjaga Perusahaan dari risiko gagal bayar, tetapi juga membantu masyarakat mendapatkan akses pembiayaan yang aman.

Hal ini menjadikan Perusahaan menarik bagi mitra platform digital besar seperti Tokopedia, Lazada, dan TikTokShop, karena mampu mengelola risiko secara efektif dan berperan sebagai business enabler.

Editor :Busthomi

Tags: PT Atome Finance IndonesiaTOP GRC Awards 2025
Previous Post

Perdagangan Rabu, IHSG Positif

Next Post

Id Battery Dorong Kolaborasi dalam Pengembangan Ekosistem Baterai Dunia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR