TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Industri Batik Didorong ke Prinsip Berkelanjutan

Achmad Adhito
12 August 2025 | 13:54
rubrik: Business Info
Di Yogya, Menperin Ungkap Nilai Ekspor Batik

Ilustrasi (Sumber Foto: Orami)

Jakarta, TopBusiness—Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) terus mendorong transformasi industri batik untuk menerapkan prinsip keberlanjutan (sustainability), seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan dan tuntutan pasar global terhadap produk yang ramah lingkungan.

“Oleh sebab itu, diperlukan kolaborasi atau kerjasama dari berbagai pihak agar dapat menciptakan ekosistem industri batik yang berkelanjutan secara menyeluruh,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin (IKMA Kemenperin) Reni Yanita, dalam keterangan resmi, hari ini.

Industri batik yang berkelanjutan merupakan bentuk kecintaan kita terhadap kekayaan budaya dan alam nusantara.

“Namun transformasi menuju industri yang berkelanjutan tersebut harus menyentuh segala sisi agar lebih efektif, karena itu kerjasama antar pihak sangat dibutuhkan,” kata dia.

Salah satu penerapan prinsip keberlanjutan pada industri batik dapat dilakukan melalui pendekatan produksi. Namun hal tersebut perlu didukung dari aspek-aspek lainnya, di antaranya aspek regulasi atau kebijakan, penggunaan teknologi, standardisasi, pengurangan dampak lingkungan, serta dukungan konsumen dan masyarakat.

“Karena bagaimanapun, transformasi industri membutuhkan kesadaran kolektif kita bersama,” ujarnya.

Untuk menciptakan ekosistem batik berkelanjutan, Ditjen IKMA bekerja sama dengan satuan kerja di lingkungan Kemenperin, serta pemangku kepentingan lainnya, seperti asosiasi, kementerian/lembaga, hingga pelaku usaha batik.

“Melalui kolaborasi, kami dapat memperoleh wawasan lintas disiplin yang saling melengkapi, sehingga kebijakan yang diambil dalam mewujudkan ekosistem industri batik berkelanjutan menjadi tepat sasaran dan efektif,” imbuh Reni.

BACA JUGA:   Jaga Kesehatan dan Produktivitas, SKK Migas Gelar Family Run 2022
Tags: industri batik berkelanjutankemenperinreni yanita
Previous Post

SIG Bangun Sarana dan Prasarana Air Bersih di Tuban, Kini Tak Lagi Andalkan Air Hujan

Next Post

Prasasti: Pertumbuhan 8 Persen Bisa Dicapai dengan Ekonomi Digital

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR