Jakarta, TopBusiness – Di tengah dinamika hidup modern, kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan dan perlindungan diri terus meningkat. Hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan (SNLIK) 2025 mencatat terjadi pertumbuhan literasi dan inklusi pada sektor jasa asuransi secara signifikan.
Otoritas Jasa Keuangan atau OJK melaporkan indeks literasi sektor perasuransian tahun 2025 tercatat sebesar 45,45 persen dari tahun lalu. Seiring dengan banyaknya produk asuransi, masyarakat memiliki ekspektasi bagaimana layanan asuransi dihadirkan, termasuk dalam hal customer loyalty program. Hal tersebut juga terungkap dalam studi customer program research yang dilakukan PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) bekerja sama dengan PT Kadence International (Kadence International), yang menjelaskan tentang program nasabah yang diharapkan, serta apa saja yang mempengaruhi dalam menjaga loayalitas nasabah.
“Saat ini belum ada formula pasti bagi industri asuransi dalam menjaga loyalitas dan keterlibatan individu sebagai pengguna produk asuransi. Kami bekerja samadengan Kadence International melakukan studi customer program research untuk memahami program seperti apa yang diinginkan yang dapat mempertahankan loyalitas dan keterlibatan nasabah, sekaligus meningkatkan daya tarik kepada nasabah yang relevan dengan kebutuhannya,” kata Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy F. Manik, di Jakarta, Selasa (12/08/2025).
Studi ditujukan kepada individu pemilik asuransi jiwa untuk mengeksplorasi jenis program yang dapat mendorong partisipasi dan berdampak pada loyalitas serta keterlibatan individu. Studi juga ditujukan kepada individu non-pemilik asuransi jiwa untuk mengeksplorasi jenis program yang dapat menarik untuk membeli produk asuransi jiwa.
Di kesempatan yang sama, Head of Business Acceleration Kadence International menyatakan bahwa temuan studi ini diharapkan dapat menjadi insight yang berharga untuk meningkatkan inklusi keuangan di industri asuransi jiwa. “Aspirasi nasabah menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan untuk menjalankan bisnis jangka panjang yang berkelanjutan,” pungkasnya.
