TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hari Ini, IHSG Diperkirakan Melemah

Agus Haryanto
13 August 2025 | 07:12
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan diperkirakan melemah hari ini.

Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu (13/08/2025), memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Melemah Hari Ini.

Saham AS ditutup menguat pada Selasa (12/8). Dow Jones +1,10%, S&P 500 +1,14%, dan Nasdaq +1,39%. S&P 500 dan Nasdaq ditutup pada level tertinggi sepanjang masa karena investor mencerna data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan.

Pasar komoditas cukup beragam: minyak WTI turun 1,62% menjadi USD 63,10/barel, minyak Brent turun 0,77% menjadi USD 66,12/barel, batu bara turun 1,72% menjadi USD 111,6/ton, CPO (Okt) +0,36% menjadi MYR 4.400, dan emas +0,10% menjadi USD 3.350,8/oz.

Pasar Asia sebagian besar ditutup menguat. Nikkei +2,15%, Shanghai +0,50%, Hang Seng +0,25%, sementara Kospi turun 0,53%.

IHSG melonjak 2,44% menjadi 7.791,7, dengan investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp2,19 triliun (reguler: +Rp2,26 triliun; negosiasi: +Rp74,2 miliar). Saham-saham dengan nilai beli bersih tertinggi. BBRI (+Rp718,8 miliar), BBCA (+Rp569,3 miliar), BMRI (+Rp511,5 miliar). Saham-saham dengan nilai jual tertinggi: ANTM (-Rp75 miliar), ITMG (-Rp46 miliar), WIFI (-Rp42 miliar). Saham-saham dengan nilai tertinggi: BBRI, DCII, TLKM; saham-saham dengan nilai terendah: MDKA, DSSA, BRMS.

Baik Kospi (+0,87%) maupun Nikkei (+0,73%) dibuka menguat pagi ini. “Kami memperkirakan IHSG akan melemah hari ini, tertekan oleh sentimen negatif dari pasar komoditas dan potensi aksi ambil untung setelah reli baru-baru ini,” demikian tertulis di website.

BACA JUGA:   Jelang Akhir Tahun, IHSG Masih Bisa Berotot
Tags: ihsgindeks
Previous Post

FWD Insurance dan Kadence International Lakukan Studi Customer Program Research

Next Post

NTT Data Bikin Unit Bisnis Microsoft Cloud

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR