Jakarta, TopBusiness – PT Siloam International Hospitals Tbk (IDX: SILO) atau Siloam, salah satu jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, mengumumkan hasil keuangan dan operasional selama semester pertama tahun 2025.
Tercatat, Siloam membukukan pendapatan stabil pada Semester I-2025, dengan eksekusi disiplin dan optimalisasi jaringan yang mampu mengimbangi pelemahan musiman akibat liburan sekolah serta tidak adanya pola penyakit musiman.
Dengan kondisi itu, intensitas pendapatan terus meningkat, dengan Average Revenue per Occupied Beds (ARPOB) naik 8% dan Average Revenue per Patient Days (ARPD) naik 3% YoY.
Terlepas dari fluktuasi jangka pendek, Perseroan tetap fokus pada transformasi Next Gen Siloam (NGS). Yakni untuk menyelaraskan rumah sakit dalam jaringannya guna meningkatkan margin keseluruhan.
Beberapa indicator keberhasilan tersebut adalah pendapatan bersih stabil di Rp4,73 triliun atau naik 1,5%, EBITDA juga naik menjadi Rp1,31 triliun atau melonjak 21%, dan laba bersih (NPAT) mencapai Rp476 miliar, melambung 42%.
“Ini mencerminkan adanya one-off adjustment dari tahun sebelumnya,” kata Presiden Direktur Siloam, David Utama, dalam keterangannya, Rabu (20/8/2025).
Dengan volume pasien terdampak oleh tidak adanya pola musiman penyakit, dengan rawat Inap tercatat 151.849 (-7,7%), Hari Rawat Inap 480.067 (-6,9%), dan Kunjungan Rawat Jalan 2.086.240 (+0,8%).
Melanjutkan kemajuan ini, Siloam siap meluncurkan inisiatif rebranding guna memperkuat posisi dan diferensiasi di pasar.
“Jadi, Siloam mencatat 151.849 rawat inap, memang turun -7,7% YoY dan 480.067 hari rawat inap, juga turun 6,9% YoY. Tapi, dengan kunjungan rawat jalan stabil di atas 2,08 juta. Pertumbuhan moderat secara kuartalan pada rawat inap dan hari rawat inap mengindikasikan tanda-tanda pemulihan, sementara jumlah tempat tidur operasional tetap 4.246 dengan tingkat okupansi 62,5%,” katanya.
Siloam terus menjalankan strategi lima tahun Next Gen Siloam, dengan pendekatan spesifik sesuai jaringan rumah sakit. Rumah sakit Premium mendorong peningkatan kompleksitas klinis dan optimasi case mix, sementara jaringan Value Seeker dan Community Generalist berfokus pada efisiensi.
Sebagai bagian dari investasi berkelanjutan pada teknologi medis canggih, Siloam memperkenalkan bedah robotik Da Vinci Xi di Siloam Kebon Jeruk, dengan 11 prosedur berhasil dilakukan hingga Juni 2025, melampaui target awal delapan prosedur, dengan 73% kasus ditanggung oleh korporasi dan asuransi.
Melanjutkan pencapaian ini, Siloam meluncurkan program proctorship dan menyelenggarakan Digestive Summit ke-2, menghadirkan pakar internasional dan menampilkan kemajuan terbaru dalam endoskopi minimal invasif dan bedah robotik.
Salah satu sorotan acara ini adalah prosedur bedah robotik hepatopankreatobilier yang kompleks, prosedur digestif pertama dengan Da Vinci Xi, ditayangkan langsung selama summit sehingga ratusan tenaga medis dari berbagai institusi di Indonesia dapat menyaksikannya secara real time.
Siloam akan melanjutkan momentum ini dengan pembukaan New Gubeng di Surabaya, yang rencananya akan soft launch pada September dan grand launch pada Oktober 2025.
Rumah sakit ini memiliki ukuran dua kali lipat dari bangunan sebelumnya, didukung oleh 200 dokter spesialis dan teknologi mutakhir, serta memperkuat layanan kesehatan lanjutan bagi masyarakat Jawa Timur, termasuk Robotic Knee Surgery yang telah sukses diperkenalkan pada pertengahan Agustus 2025.
“Meskipun kinerja semester pertama dipengaruhi oleh faktor musiman dan manajemen risiko yang hati-hati, kami yakin kinerja akan kembali normal pada semester kedua, didukung disiplin biaya, eksekusi yang kuat atas transformasi NGS, serta peningkatan kualitas layanan,” ujar David Utama.
Dengan semakin kuatnya inisiatif strategis ini, lanjut dia, Siloam berada pada posisi yang tepat untuk menghadirkan pengalaman dan layanan pasien yang lebih baik, sekaligus mendorong pertumbuhan melalui ekspansi organik maupun peluang M&A strategis.
