TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Danamon: Keberlanjutan Bisnis Proses adalah Integrasi dari Prinsip-prinsip GRC, ESG dan SDGs

Agus Haryanto
21 August 2025 | 20:48
rubrik: Event
Danamon: Keberlanjutan Bisnis Proses adalah Integrasi dari Prinsip-prinsip GRC, ESG dan SDGs

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) menilai keberlanjutan bisnis proses adalah integrasi dan kolaborasi antara prinsip-prinsip GRC, ESG dan SDGs. Dengan begitu, diharapkan kinerja operasi, layanan hingga keuangan semakin membaik yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi bagi pemangku kepentingan.

Saat pemaparan materi presentasi Resilience to Sustainability: Leading Through GRC, Direktur Kepatuhan, Rita Mirasari, membeberkan soal  pandangan manajemen Danamon terhadap sustainable bisnis perusahaan.

“Manajemen melihat tentang hubungan sustainable bisnis perusahaan dengan GRC, ESG dan SDGs. Bahwa sejak 2024, Danamon terus mengintegrasikan aspek ESG ke dalam kegiatan praktik bisnisnya dengan meningkatkan transparansi, dan akuntabilitas dalam proses pengambilan keputusan. Hal ini merupakan tanggapan Danamon atas penerapan keuangan berkelanjutan dan dalam rangka aksi perubahan iklim dan pemanasan global, serta kontribusi untuk pencapaian SDGs pada tahun 2030,” ujar Rita kepada Dewan Juri TOP GRC Awards 2025 yang berlangsung secara daring melalui aplikasi zoom meeting, di Jakarta, hari ini.

Dalam konteks untuk menciptakan keberlanjutan bisnis, Danamon mewujudkan dalam bentuk visi berkelanjutan yaitu Danamon percaya atas pentingnya membuat produk dan layanan berkelanjutan. “Seiring dengan berjalannya waktu, kami akan menyesuaikan bisnis kami agar sejalan dengan harapan keberlanjutan dari para pemangku kepentingan, serta mengidentifikasi solusi terbaik untuk kebutuhan mereka,” ujar Rita.

Selain, ada misi keberlanjutan yakni Danamon berkomitmen menciptakan nilai dan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi pelanggan, karyawan, dan komunitas dimana perusahaan beroperasi.

Sehubungan dengan menciptakan keberlanjutan bisnis, menurut Rita, Danamon  saat ini memiliki lima program rencana aksi keuangan berkelanjutan (RAKB) yang mendukung 9 SDGs prioritas. Program pertama, tata kelola dan proses.  Kedua, pengembangan penyadartahuan dan kapasitas internal. Ketiga pembiayaan berkelanjutan. Keempat adalah manajemen tempat kerja yang bertanggung jawab (net zero dari operasional sendiri). “Kemudian kelima, kami juga memiliki berbagai program untuk tanggung jawab sosial perusahaan,” tuturnya.

BACA JUGA:   Kembangkan CSR di Era New Normal, BTN Fokus di Empat Hal Ini

Di kesempatan yang sama, Corporate Planning & Investor Relation Head, Yogi Zadian Arief, mengutarakan visi dan misi Danamon. “Visi kami adalah adalah peduli dan membantu jutaan orang untuk mencapai kesejahteraan,” ucap dia.

Yogi merinci misi Danamon. “Secara misi, kami fokus di tiga hal, kami ingin menjadi lembaga keuangan yang terkemuka di Indonesia, dan saya rasa melalui jejak langkah kami 69 tahun sudah mampu untuk merefleksikan hal itu, dimana kami fokus terhadap kontribusi pada perekonomian Indonesia, organisasi yang fokus kepada pelayanan melalui customer centric, dan yang terakhir adalah tentunya juga seperti saya, pegawai. Kami ingin menjadi employer of choice,” papar dia.

Selanjutnya, dia menjelaskan seputar nilai perusahaan, yang disebut dengan BISA Values, yaitu berkolaborasi, integritas, sigap melayani dan adaptif, yang kebetulan identik dengan tema TOP GRC Awards 2025.

“Nah, dalam hal ini saya ingin sentuh sedikit, karena tadi sempat disebutkan bahwa tema tahun ini adalah mengenai  fleksibilitas, adaptif dan proaktif. Hal ini juga sangat sejalan dengan business value, dalam hal adaptif. Kita juga mempunyai value adaptif, dimana untuk melihat perkembangan dunia usaha, teknologi dan juga pergolakan ekonomi. Kami juga menekankan value adaptif dalam hal pengembangan bisnis dan juga pelayanan kami kepada nasabah dan komunitas dimana kami beroperasi,” ungkap dia.

Sementara dalam hal proaktif, lanjut Yogi, pihaknya juga ‘menerjemahkan’dalam hal sigap melayani. ”Ini juga tercantum dalam customer centric kami,” imbuh dia.

“Nah, yang paling terakhir terkait fleksibel. Mungkin tidak tercantum di sini, tapi dalam hal strategi untuk mengukur kinerja internal, kami menanamkan model terkait menjaga risiko. Kami menekankan tidak hanya melakukan hal yang benar sesuai aturan, tapi juga melakukan hal yang memang secara logika juga benar, sehingga kami memiliki fleksibilitas dalam hal penerapan usaha dan juga bisnis model,” kata Yogi. 

Previous Post

GRC Summit 2025 Digelar di Yogyakarta, Bahas GRC di Era Pasca-Digital

Next Post

Realisasi Anggaran Kementerian PU 2025 Capai 37,60%, Menteri Dody Targetkan 95% di Akhir Tahun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR