Jakarta, TopBusiness – PT Enseval Putera Megatrading Tbk (IDX: EPMT) salah satu emiten yang bergerak di bidang usaha distributor produk kesehatan menyatakan akan melakukan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor pada PT Livzon Pharma Indonesia. Adapun tanggal kejadian in terjadi pada 25 Agustus 2025.
Untuk diketahui, Livron Pharma sendiri merupakan entitas anak yang dimiliki melalui PT Global Chemindo Megatrading. Global Chemindo merupakan anak usaha dari Perseroan. EPMT memiliki saham di Global Chemindo bersama dengan PT Lian SGP Holding PTE. LTD (Lian).
Menurut Sugianto, Corporate Secretary EPMT, Livzon Pharma Indonesia merupakan perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh Perseroan melalui entitas anak PT Global Chemindo Megatrading (GCM) secara langsung sejumlah 65.304 lembar saham. Selain itu, juga dimiliki oleh PT Lian SGP Holding PTE. LTD (Lian) sejumlah 261.216 lembar saham.
“Masing-masing saham bernilai nominal Rp1.000.000 sehingga nilai nominal saham keseluruhannya sejumlah Rp326,52 miliar,” ujar dia, dalam keterbukaan informasi di BEI, Selasa (26/82025).
Dan saat ini, kata dia, perseroan dan Lian sepakat untuk menambah setoran modal menjadi Rp653,04 miliar. “Perseroan dan Lian sepakat untuk meningkatkan modal dasar dari semula sejumlah Rp326,52 miliar menjadi Rp653,04 miliar,” kata Sugianto.
Dan dalam rangka peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor menjadi sebesar Rp653,04 miliar itu, maka GCM akan mengambil bagian atas 65.304 lembar saham baru dengan nilai Rp65,30 miliar dan Lian akan mengambil bagian atas 261.216 lembar saham baru dengan nilai Rp261,21 miliar.
Lebih lanjut ditegaskannya, setelah adanya peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor tersebut, komposisi kepemilikan saham GCM berubah menjadi 130.608 lembar saham dengan nominal sejumlah Rp130,60 miliar, sedangkan komposisi kepemilikan saham Lian menjadi 522.432 lembar saham dengan nominal sejumlah Rp522,43 miliar.
“Dari kejadian ini, tidak berdampak secara material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Emiten atau Perusahaan Publik,” pungkas dia.
