Jakarta, TopBusiness—Direktur Bisnis, Dana Jasa dan UMKM Bank Jateng, Anna Kusumarita, menyampaikan bahwa pihaknya siap segera menyalurkan Kredit Industri Padat Karya (KIPK) kepada kepada sektor potensial.
“Kami menyambut baik kepercayaan ini. Bank Jateng telah memetakan potensi debitur di wilayah Surakarta, Pati, dan Purwokerto, serta menyiapkan plafon pembiayaan sebesar Rp15 miliar pada tahun 2025,” jelasnya dalam keterangan tertulis (31/8/2025).
Menurut Anna, program KIPK tidak hanya memberi akses pembiayaan yang lebih luas saja, tetapi skema subsidi bunga 5% dari pemerintah membuat biaya pinjaman lebih ringan.
“Sehingga industri padat karya semakin terbantu dalam melakukan ekspansi maupun revitalisasi mesin produksi,” kata dia. Hal itu dikatakannya di penandatanganan perjanjian kerja sama pembiayaan (PKP) antara Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian RI (Ditjen KPAAI Kemenperin) dengan bank penyalur di Bali (27/8/2025).
“Program KIPK dirancang untuk membantu industri padat karya memeroleh pembiayaan pembelian mesin dan peralatan produksi serta modal kerja,“ ungkap Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy.
Tri menjelaskan bahwa Ditjen KPAII Kemenperin selaku KPA (Kuasa Pemegang Anggara) KIPK telah menandatangani PKP dengan dua bank penyalur, yakni Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dan Bank Jateng.
“Melalui kerjasama ini, kami yakin penyaluran kredit akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas produksi dan penyerapan tenaga kerja di daerah Jawa Tengah,” tutur Tri.
