Jakarta, TopBusiness – PT Pupuk Indonesia Utilitas (PI Utilitas) kembali terpilih menjadi nominator TOP GRC Awards 2025. Sebelumnya, PI Utilitas meraih TOP GRC Awards 2024 dengan #5 Star. PI Utilitas merupakan perusahaan yang melaksanakan 4 diversifikasi bisnis. Industrial Gases, Speciality Gases, Operation & Maintenance, serta Trading.
Sebagai perusahaan yang memiliki visi: ‘Menjadi perusahaan energi dan utilitas terintegrasi kelas dunia untuk menunjang bisnis utama PT Pupuk Indonesia (Persero) beserta anak perusahaannya’ ini, dicatat mengikuti sesi presentasi Penjurian TOP GRC Awards 2025, beberapa waktu lalu. Hadir dalam penjurian, di antaranya adalah Direktur Utama, Mochamad Safiie dan Komisaris Utama, Sumyana Sukandar.
“Dalam mengimplementasikan GRC ini dilakukan guna untuk mendukung sustainable business Perusahaan,” terang Mochamad Safiie dalam proses penjurian tersebut.
Menurutnya, terkait penerapan GRC ini, PI Utilitas melaksanakan 4 langkah. Pertama, menyelaraskan strategi GRC dan ESG. Di sini perusahaan menyatukan kebijakan keberlanjutan (ESG: Environmental, Social, Governance) dengan sistem GRC agar tujuan sosial dan lingkungan selaras dengan tata kelola dan kepatuhan.
Kedua, melakukan penguatan Sistem Manajemen Risiko. Dalam penguatan ini, isu eksternal, isu internal, isu sosial, atau reputasi dimasukkan dalam kerangka manajemen risiko GRC untuk penanganan yang lebih sistematis.
Ketiga, mendorong hadirnya budaya Kepatuhan dan Transparansi. Dalam langkah ini, Manajemen melaksanakannya melalui pelatihan, audit internal, dan pelaporan yang transparan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial Perusahaan.
Dan keempat, mengedepankan Integrated Monitoring & Control System. Pada langkah ini, PI Utilitas selalu mengedepankan pembaruan metode pemantauan dan kendali (monitoring & control), melalui sistem dashboard digital yang terintegrasi. Semua ini memungkinkan pemantauan real-time jarak jauh dan komando yang lebih strategis.
Untuk memperkuat implementasi GRC, Perusahaan dicatat menghadirkan teknologi informasi (TI) guna memastikan bahwa organisasi beroperasi secara efisien, memastikan kepatuhan, dan mengelola risiko secara lebih efektif.
Adapun beberapa teknologi yang telah diterapkan perusahaan adalah: PRISMA, WBS, SIAP GCG, E-LHKPN, AMS TEAMMATE, PADI UMKM, DUMS, SAP, SIMONA, dan E-PROC. Selain itu, SIANGGARAN, PI-SMART, DOF, 360, dan SI-ED.
Dalam mengimplementasikan GRC dengan menghadirkan teknologi informasi tersebut, PI Utilitas juga unggul dalam komponen penerapan tata kelola atau GCG.
“Dalam mengimplementasikan GCG ini, contohnya, perusahaan melaksanakan sertifikasi Manajemen Risiko Qualified Risk Governance Professional (QRGP) Qualified Risk Management Analyst (QRMA), sertifikasi Qualified Risk Management (QRMP), Certified Governance Professional (CGP) Certified Compliance Professional (CCP),” ujar dia lagi.
Di samping itu, dia menegaskan, PI Utilitas juga melakukan monitoring & evaluasi gratifikasi, serta melaksanakan Program Penerapan Manajemen Risiko dan Training rutin kepada seluruh karyawan.
Lebih lanjut dalam implementasi GCG ini, PI Utilitas di antaranya telah menghadirkan pelaporan E-LHKPN secara rutin. Perusahaan juga melaksanakan penerapan GCG dalam Pedoman Tata Kelola Terintegrasi, serta menghadirkan Perluasan ruang lingkup implementasi & sertifikasi Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (SMAP) SNI ISO 37001:2016.
Berkat implementasi tersebut, banyak capaian yang berhasil diraih yang bahkan layak menjadi Benchmark. Adapun capaian tersebut di antaranya adalah PI Utilitas berhasil terus melakukan inovasi dengan teknologi ramah lingkungan, efisiensi energi, dan system operasi yang tangguh.
Di samping itu, PI Utilitas juga memiliki 4 hal keunggulan sistem operasi. Keempat keunggulan tersebut adalah: Pertama, Ramah lingkungan. Di mana seluruh proses produksi listrik dan uap perusahaan, berbahan bakar gas alam yang rendah emisi.
Kedua, Efisiensi energi. Dalam melaksanakan efiensi energi, Perusahaan dicatat menggunakan Heat Recovery Steam Generator (HRSG) yang memungkinkan pemanfaatan panas sisa dari pembangkit listrik untuk menghasilkan uap, hal ini bermanfaat untuk mengurangi konsumsi gas alam secara signifikan, meningkatkan efisiensi produksi Listrik dan uap serta menurunkan biaya operasional dan emisi karbon.
Ketiga, Keandalan tinggi. PI Utilitas dicatat mencapai Equivalent Availability Factor (EAF) hingga 97% per tahun (Standard >90%). Selain HRSG, PI Utilitas juga memiliki tipe pembangkit Package Boiler yang memungkinkan produksi uap secara independen guna menjaga suplai uap sepanjang tahun. Keempat, Integrasi Listrik. Dalam integrasi ini, perusahaan dicatat berhasil mengintegrasikan pengelolaan jaringan listrik di kawasan industri untuk menjaga stabilisasi pasokan listrik.
Editor: Busthomi
