TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Guyuran Rp 200 Triliun ke Bank Himbara Dorong Pertumbuhan UMKM

Nurdian Akhmad
16 September 2025 | 16:09
rubrik: Ekonomi
FOTO – Aktivitas di Pasar Cipulir Lumpuh

Pengusaha UMKM (Foto: Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman optimistis penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun di lima bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan memberi dampak positif terhadap pertumbuhan UMKM.

“Kami menyambut gembira karena pasti konsekuensinya saat uang itu digelontorkan ke bank Himbara, mereka akan dipaksa oleh situasi untuk segera mendistribusikan uangnya dan terjadi pergerakan,” ujar Maman di Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Sebagai contoh, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang berfokus pada UMKM akan mengatur strategi pencairan dan penempatan dana sebesar Rp 55 triliun. “BRI akan segera memutar uang ini dan akses pembiayaan kepada UMKM tentunya akan terselamatkan,” katanya.

Dari sisi Kementerian UMKM, Maman menegaskan akan menyiapkan dukungan dengan berkoordinasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Ia juga akan memanggil bank Himbara untuk menyiapkan desain besar dan rencana sektor-sektor penerima gelontoran dana.

Dia memastikan efektivitas aliran dana ini bagi UMKM. “Tentunya dengan tetap memperhatikan tata kelola yang baik, serta prinsip-prinsip pembiayaan ini betul-betul harus dilihat dalam konteks untuk mendorong pertumbuhan UMKM,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai penempatan dana pemerintah Rp 200 triliun di bank Himbara akan mulai terserap secara efektif ke sektor riil paling lambat dalam sebulan.

Dana tersebut disalurkan melalui kredit kepada pelaku usaha, khususnya sektor industri riil. Menurut Purbaya, skema ini pernah dilakukan pada masa pandemi Covid-19 melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Ia menambahkan, bank selama ini cenderung nyaman dengan keuntungan dari spread bunga. Namun dengan tambahan Rp 200 triliun, persaingan akan mendorong bank mencari proyek dengan imbal hasil terbaik.

BACA JUGA:   Indonesia-Belanda Jajaki Kerja Sama Pengembangan Start-up Pertanian dan Manufaktur
Tags: menteri umkmumkm
Previous Post

MedcoEnergi Perkuat Portofolio Inti di Sumatra Selatan

Next Post

IHSG Dekati Level 8.000

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR