Jakarta, TopBusiness – Lembaga Manajemen Infaq (LMI) memaparkan strategi pengelolaan sumber daya manusia bertajuk Beyond Boundaries: Transforming People Strategy into Organization Value dalam sesi presentasi penjurian TOP Human Capital Award 2025 yang digelar secara daring, Kamis (2/10/2025).
Human Resource Manager LMI, Aisyah Karunia Liza, menjelaskan konsep tersebut yang menekankan pentingnya kolaborasi internal dan eksternal demi memperkuat peran lembaga zakat nasional dalam pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin peran amil tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi benar-benar menjadi agent of change yang berdampak luas,” ujarnya.
Aisyah memaparkan, visi LMI adalah menjadi lembaga profesional dalam pelayanan dan pemberdayaan umat. Misi lembaga mencakup penghimpunan zakat, infak, sedekah, wakaf, hingga dana hibah secara akuntabel, serta peningkatan peran produktif di tengah masyarakat.
LMI juga menargetkan sejumlah milestone hingga 2029. Tahun 2025 difokuskan pada penguatan ekosistem syariah melalui kolaborasi pentahelix. Tahun 2026 diarahkan pada inovasi dan diversifikasi untuk menghadapi disrupsi, diikuti peningkatan public trust pada 2027. Tahun 2028, LMI menargetkan masuk lima besar lembaga zakat nasional dan internasional, serta menjadi rujukan pengelolaan zakat pada 2029.
Empat pilar strategi 2025 yang diprioritaskan adalah pengembangan SDM, peningkatan fundraising, penguatan program, serta inovasi. Dari sisi penghimpunan, LMI berhasil mencatat kenaikan signifikan. Tahun 2023 tercatat Rp50,9 miliar, meningkat menjadi Rp59,7 miliar pada 2024, dan per September 2025 sudah mencapai Rp48,1 miliar.
Program penyaluran dana juga menjangkau berbagai sektor: pendidikan, ekonomi, dakwah, kesehatan, kemanusiaan, hingga lingkungan. Beberapa inisiatif yang menonjol antara lain bantuan air bersih dan mobile clinic untuk Gaza, pemasangan solar panel di Maroko, hingga Green Indonesia Project dan program pemberdayaan kampung.
Dari sisi tata kelola, LMI telah mengantongi sertifikasi ISO 9001, opini audit wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan, serta audit syariah dengan predikat baik dari Kementerian Agama.
“Kami ingin membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan akuntabilitas lembaga,” kata Aisyah.
Strategi pengembangan SDM ditempuh melalui program Leadership Excellence Accelerator Program (LEAP). Program ini mencakup identifikasi pegawai potensial, pengembangan kompetensi, serta promosi dan rotasi jabatan strategis. Hingga kini, 12 pegawai telah diproyeksikan menjadi calon pemimpin masa depan.
Budaya kerja LMI juga dirancang sesuai kebutuhan karyawan, mulai dari pemenuhan gaji dan fasilitas BPJS, ruang aspirasi, hingga program pembinaan karakter mingguan. Survei internal mencatat kepuasan pegawai berada di angka 3,8 dari skala 4.
Berbagai penghargaan turut diraih, antara lain Gold Award untuk Metode Unggulan pada Zakat Award 2024, serta predikat Fundraising Relationship Management terbaik pada Indonesia Fundraising Award 2024.
Aisyah menegaskan, penguatan human capital bukan sekadar memenuhi kebutuhan internal lembaga, tetapi juga menjaga keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat.
“Strategi HC LMI adalah fondasi agar lembaga terus tumbuh dan memberi manfaat lebih besar. Kami berharap apa yang dilakukan bisa menjadi contoh bagi lembaga zakat lain,” tuturnya.
