Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi menguat hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (20/10/2025) ini, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Menguat Hari Ini.
Pasar saham AS ditutup menguat pada Jumat (17/10). Dow +0,5%, S&P 500 +0,53%, Nasdaq +0,52%. Pasar AS ditutup menguat di tengah ketegangan perang dagang yang mereda. Yield UST 10Y menguat 0,78% (0,031 bps) ke 4,009%, dan USD Index naik 0,10% ke 98,4.
Pasar komoditas bergerak mayoritas melemah Jumat kemarin (17/10). Harga minyak WTI +0,14% ke level USD 57,54/bbl, harga minyak Brent 0,38% ke level USD 61,29/bbl, harga batubara -0,42% di level USD 107,6/ton, dan CPO -0,09% ke level MYR 4.514. Harga emas terpantau melemah 1,46% ke level USD 4.252/oz.
Bursa Asia ditutup mayoritas melemah Jumat kemarin (17/10). Kospi +0,01%, Hang Seng -2,48%, Nikkei -1,44% dan Shanghai -1,95%.
IHSG ditutup melemah 2,57% ke level 7.915,7. Investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 3.035,1 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 304,1 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 3,339,2 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 242,2 miliar), EMAS (Rp 182,8 miliar), dan ANTM (Rp 132 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BMRI (Rp 375,9 miliar), ARCI (Rp 189,6 miliar), dan BBRI (Rp 159,7 miliar). Top leading movers emiten BBCA, UNTR, AMMN, sementara top lagging movers emiten DSSA, BREN, BRPT.
Pagi ini, Kospi tercatat menguat 0,71%, dan Nikkei juga mencatatkan +1,77%. “Kami memperkirakan IHSG bergerak menguat, didorong sentimen positif pasar AS dan regional,” demikian sebagaimana dikutip.
