Jakarta, BusinessNews Indonesia—Sejumlah lembaga tercatat sebagai pembeli awal surat utang keluaran Wijaya Karya (Wika) yang diterbitkan di luar negeri. Bernilai maksimum Rp 5,4 triliun, surat utang itu mendapatkan sejumlah pembeli awal.
Mereka adalah BNP Paribas, HSBC Limited, Mandiri Securities, dan MUFG Securities Limited.
“Kami telah menandatangani perjanjian dengan para pembeli awal itu, di 22 Januari 2018,” kata Pgs. Corporate Secretary Wijaya Karya, Puji Haryadi, dalam keterbukaan informasi oleh otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini.
Puji menjelaskan bahwa pihaknya, di tanggal yang sama, menetapkan kurs acuan untuk surat utang tersebut. Yakni, di Rp 13.318 per USD.
“Penetapan ini mengacu ke kurs di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate yang berlaku 23 Januari 2018,” kata dia.
Selanjutnya, dia menjelaskan bahwa hasil penerbitan surat utang itu untuk sejumlah hal.
“Yakni, belanja modal, modal kerja, dan pembiayaan ulang atas utang tertentu,” papar dia.
