Jakarta, TopBusiness – PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (IDX: PJHB) baru saja mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Usai IPO ini, Perseroan menargetkan kinerja keuangan ke depannya kian positif. Bahkan, PJHB menargetkan peningkatan kinerja signifikan dengan pendapatan diproyeksikan mencapai sekitar Rp144 miliar dalam lima tahun ke depan.
“Hal itu berarti akan naik hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, untuk laba bersihnya juga diperkirakan meningkat hingga tiga kali lipat juga dalam periode yang sama,” tutur Direktur Utama PJHB, Go Sioe Bie yang akan akrab disapa Abie ini, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Dia menyampaikan, keputusan melakukan IPO ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur pendanaan dan mempercepat ekspansi bisnis Perseroan.
“Seluruh dana hasil IPO – setelah dikurangi biaya emisi – akan digunakan sebagai belanja modal (capital expenditure) untuk membangun tiga kapal baru jenis LCT berkapasitas 2.500 DWT,” katanya.
“Pembangunan kapal ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan untuk meningkatkan kapasitas armada dan memenuhi permintaan pengangkutan alat berat serta kontainer dari klien-klien kami,” lanjut Abie.
Sejak berdiri pada tahun 2008 lalu, PJHB telah dipercaya oleh sejumlah klien besar di sektor energi, pertambangan, dan perkebunan. Saat ini, Perseroan memiliki 5 unit kapal dengan kapasitas angkut antara 1.300–2.500 metrik ton, serta akan membangun 3 unit kapal baru menggunakan dana hasil IPO ini.
Tujuan pembangunan tiga unit kapal LCT baru adalah untuk mendukung pengembangan bisnis Perseroan guna memenuhi kebutuhan permintaan pengangkutan alat berat hingga kontainer dari klien.
Urgensi pembangunan tiga ini untuk mendukung rencana bisnis Perseroan ke depannya, dimana seluruh armada kapal yang dimiliki Perseroan saat ini utilisasi terpakai sudah maksimum sehingga perlu adanya kapal baru.
“Dengan adanya kapal baru dilengkapi dengan teknologi terbaru maka dapat meningkatkan kepercayaan pasar pada kualitas layanan Perseroan,” katanya.
Dari harga keseluruhan ketiga kapal tersebut, tegas dia, sekitar 94,11% atau Rp153.400.000.000,- berasal dari dana hasil Penawaran Umum dan sekitar 5,89% atau Rp9.600.000.000,- berasal dari kas internal Perseroan.
Lebih lanjut, dana yang akan diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I akan dimanfaatkan sebagai tambahan modal kerja untuk operasional kapal baru guna mendukung kegiatan operasional Perseroan.
Menurut Abie, pencatatan saham PJHB di BEI menjadi momentum penting bagi Perseroan dalam memperluas akses pendanaan, meningkatkan tata kelola dan transparansi, serta memperkuat daya saing di industri pelayaran nasional.
“Kami berharap kehadiran PJHB di Bursa Efek Indonesia dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kepemilikan perusahaan ini. Kami juga ingin menjadi contoh perusahaan pelayaran nasional yang tumbuh berkelanjutan dan berorientasi pada nilai tambah bagi pemegang saham,” jelas Abie.
Ia menambahkan, sebagian besar klien PJHB merupakan pelanggan loyal yang terus memperpanjang kontrak kerja sama. Hal ini mencerminkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap kualitas layanan dan ketepatan waktu pengiriman yang menjadi keunggulan utama Perseroan.
