TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Penguatan Penerapan SNI di Sulawesi Tenggara melalui Pembentukan Lembaga Sertifikasi Produk

Albarsyah
14 November 2025 | 13:19
rubrik: Business Info
Penguatan Penerapan SNI di Sulawesi Tenggara melalui Pembentukan Lembaga Sertifikasi Produk

Jakarta, TopBusiness – Badan Standardisasi Nasional (BSN) melaksanakan penguatan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) melalui pengembangan infrastruktur mutu di daerah dan membangun awareness pelaku usaha dalam penerapan SNI.

Keberhasilan penerapan SNI di daerah perlu didukung ketersediaan Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) yang kompeten baik laboratorium penguji dan Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) di daerah. Keberadaan LSPro di daerah akan mempercepat proses sertifikasi, menekan biaya logistik, dan memberikan kemudahan akses bagi pelaku usaha termasuk UMKM yang ingin mensertifikasi produknya sesuai standar.

Sebagai langkah konkret, Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Nur Hidayati bertemu dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara (Sultra) Dr. Rony Yakob Laute. Mengingat saat ini Provinsi Sultra belum mempunyai lembaga sertifikasi produk untuk mendukung penerapan SNI di wilayahnya

BSN menilai, Disperindag Pemprov Sultra yang mempunyai UPTD Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) memiliki potensi besar menjadi LSPro di Sultra, mengingat lembaga tersebut telah memiliki laboratorium pengujian yang terakreditasi KAN dan sumber daya manusia yang berpengalaman. Dukungan dari pemerintah daerah menjadi faktor kunci dalam mempercepat pembentukan LSPro di Sulawesi Tenggara. Dr. Rony Yakob Laute, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tenggara menyatakan komitmen kuat untuk memperkuat fungsi BPSMB sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung penerapan SNI dan peningkatan daya saing produk lokal. Pemprov Sultra siap berkolaborasi dengan BSN untuk menguatkan kompetensi SDM unit kerjanya dalam persiapan untuk menjadi lembaga sertifikasi produk dan meningkatkan daya saing produk unggulan daerah melalui penerapan SNI.

Selain penguatan kelembagaan, BSN juga memberikan pembekalan kepada pelaku usaha di Kendari dan sekitarnya mengenai pentingnya penerapan SNI dan mekanisme pengajuan sertifikasi SNI produk yang menghadirkan pembicara Chalid Alonto. BSN juga menghadirkan role model penerap SNI CV Clemira produsen Gula Aren yang sudah sukses pemasarannya melalui penerapan SNI untuk berbagi pengalaman kepada pelaku usaha di Kendari yang harapannnya dapat memberikan inspirasi dan motivasi bahwa menerapkan SNI bukan sesuatu yang sulit, namun dibutuhkan komitmen dan konsistensi yang kuat dalam penerapannya. Aris Mundandar dari CV Clemira menegaskan bahwa menerapkan SNI memang butuh perjuangan, namun setelah mendapatkan SNI, hasil yang didapatkan atau dampaknya akan sangat besar bagi usahanya. Melalui kegiatan ini, pelaku usaha diharapkan memahami bahwa standar bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi investasi jangka panjang dalam peningkatan mutu dan kepercayaan konsumen. Salah satu pelaku UMKM peserta kegiatan mengaku kegiatan ini membuka wawasan baru dan semangat untuk berbenah menuju SNI.

BACA JUGA:   11 Mal Lippo akan Punya Charging Mobil Listrik

Dr. Rony Yakob Laute sudah menginstruksikan kepada Kepala BPSMB Ikbal Hidayat untuk mengalokasikan sumber daya di TA 2026 untuk persiapan pembentukan Lspr Dengan dukungan BSN dan komitmen Disperindag Sultra, diharapkan dalam waktu dekat Sulawesi Tenggara dapat memiliki LSPro sendiri yang mampu melayani kebutuhan sertifikasi produk daerah secara mandiri. Langkah ini menjadi bagian penting dari pembangunan infrastruktur mutu nasional yang inklusif, sekaligus mendorong tumbuhnya pelaku usaha yang berdaya saing tinggi di kawasan timur Indonesia khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara. (Rits/PPSPK).

Tags: BSN
Previous Post

Kinerja Keselamatan Kerja MedcoEnergi Mendapat Penghargaan dari Kementerian ESDM

Next Post

Wamenkeu: Investasi dan Produktivitas Jadi Kunci Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR