TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Wamenkeu: Investasi dan Produktivitas Jadi Kunci Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Agus Haryanto
14 November 2025 | 13:40
rubrik: Business Info
Insentif Penarikan Dolar WNI dari Luar Negeri Dibahas Pemerintah

foto: https://media.kemenkeu.go.id/

Jakarta, TopBusiness – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan bahwa di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, kunci bagi stabilitas dan akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah fokus pada peningkatan investasi dan produktivitas.

Menurut dia, tingginya volatilitas harga komoditas strategis, tensi geopolitik, dan volatilitas pasar keuangan akan menimbulkan upside risk dan downside risk yang silih berganti.

Untuk itu, ia menilai momentum ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan transformasi ekonomi dengan fokus utama mendorong investasi dan produktivitas. “Ini kesempatan kita urus rumah kita sendiri. Ini kesempatan kita urus rumah kita, melakukan transformasi ekonomi Indonesia,” tegasnya dalam Grand Seminar bertajuk Learn from the Past, Navigating the Indonesia Economy Amidst Global Uncertainty, di Jakarta, Kamis (13/11) kemarin, sebagaimana dikutip dari kemenkeu.go.id.

Suahasil pun memaparkan bahwa perekonomian Indonesia berhasil menunjukkan kombinasi stabilitas yang sulit ditemukan di negara lain, yaitu pertumbuhan ekonomi yang stabil di kisaran 5% dan inflasi yang terkendali di kaliber 2,5%. “Itu bukan kombinasi yang mudah untuk diwujudkan, tapi Indonesia punya itu,” ucap dia.

Dia mengapresiasi kinerja kebijakan fiskal dalam satu tahun terakhir. APBN 2025 terbukti mampu menjadi jangkar stabilitas ekonomi sekaligus keberlanjutan fiskal. APBN berhasil mengawal konsolidasi pemerintahan baru dan transisi birokrasi dengan mulus. Selain, kebijakan fiskal sukses melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp300 triliun dari total Rp3.600 triliun, yang kemudian direkonstruksi untuk membiayai program-program prioritas.

Meskipun performa jangka pendek stabil, Suahasil mengingatkan bahwa tujuan jangka panjang Indonesia Emas 2045 untuk menjadi negara maju tetap harus menjadi fokus. Oleh karenanya, Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, yaitu 6 hingga 8 persen mencontoh pengalaman negara-negara maju lainnya.

BACA JUGA:   Mau 'Sulap' Tebu jadi BBM, Bahlil Minta Proyek Food Estate di Merauke Dikebut

Dirinya menggarisbawahi, kunci pencapaian ini terletak pada sektor manufaktur yang berorientasi pada nilai tambah tinggi. “Kita ingin manufaktur yang memproduksi barang produktif, bukan sekadar barang konsumsi, seperti mesin dan peralatan,” tegasnya.

Guna mendukung ambisi pertumbuhan tinggi, Indonesia memiliki mesin ekonomi berupa APBN sebagai kebijakan fiskal, Danantara, dan sektor Keuangan. Menurutnya, kolaborasi strategi antara APBN dan Danantara ini akan menjadi “Indonesian Way” untuk mendorong investasi dan menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Tags: kemenkeu
Previous Post

Penguatan Penerapan SNI di Sulawesi Tenggara melalui Pembentukan Lembaga Sertifikasi Produk

Next Post

Sinergi Penegakan Hukum, HMTP dan Kejaksaan Tinggi Papua Tandatangani Perjanjian Kerja Sama

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR