Jakarta, TopBusiness – PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) melalui lini usaha perhotelannya, InJourney Hospitality atau PT Hotel Indonesia Natour (HIN), memproyeksikan tingkat okupansi hotel mencapai 72 persen selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kenaikan ini diperkirakan mulai terlihat pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Jadi harapannya nanti kita bisa proyeksi dari tanggal 18 Desember sampai tanggal 4 Januari itu bisa di angka 72 persen. Dibandingkan tahun lalu dan tahun sebelumnya, peningkatan kurang lebih tiga persen lebih,” ujar Christine dalam konferensi pers kesiapan Nataru di Gedung Sarinah, Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Saat ini, InJourney Hospitality mengelola 36 hotel BUMN di seluruh Indonesia. Berdasarkan klasifikasi bintang, okupansi hotel bintang lima diperkirakan mencapai 74 persen, bintang empat sebesar 78 persen, dan bintang tiga sekitar 72 persen. Klaster Bali menjadi wilayah dengan tingkat okupansi tertinggi, mencapai 78 persen, disusul klaster Jawa yang membawahi 17 hotel, kemudian Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
“Peningkatan okupansi kira-kira di angka tiga persen dan masih di klaster Bali nomor satu, lalu nomor dua klaster Jawa, kemudian Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi,” imbuhnya.
Untuk menarik minat wisatawan, sejumlah hotel HIN juga menyiapkan rangkaian acara khusus selama libur akhir tahun. Christine mencontohkan The Meru Bali yang akan menggelar konser Seaside Festive Symphony dengan menghadirkan musisi ternama seperti Indra Lesmana, Erwin Gutawa, Eva Celia, Teza Sumendra, dan Gabriel Harvianto.
InJourney Hospitality juga memperkuat kolaborasi lintas anggota InJourney Group untuk menyediakan berbagai paket bundling menarik. Paket tersebut meliputi layanan penjemputan di bandara, diskon belanja di Sarinah, hingga pemanfaatan airport lounge. “Ada integrasi dari seluruh member InJourney, bagaimana kita bisa membuat cross-selling program, termasuk kolaborasi dengan bandara,” kata Christine.
Dari sisi operasional, seluruh hotel di bawah HIN telah disiapkan menghadapi lonjakan tamu. Kesiapan tersebut mencakup pelatihan khusus bagi staf untuk mempercepat proses check-in dan check-out, pembentukan task force yang memantau operasional 24 jam, serta penambahan seasonal staff. “Tentunya yang tidak kalah penting adalah guest experience. Bagaimana kita menyiapkan thematic event dan memastikan kelancaran pada jam check-in dan check-out,” jelasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, InJourney Hospitality optimistis dapat mengoptimalkan tingkat hunian hotel sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan pada masa libur akhir tahun.
