Jakarta, BusinessNews Indonesia—Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) telah menerima surat dari Sumitomo Mitsui Banking tentang rencana merger. Dalam hal ini, ada rencana merger BTPN dengan Bank Sumitomo Mitsui Indonesia.
“Kami akan melakukan pengkajian untuk proses merger itu,” kata Corporate Secretary Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Anika Faisal, hari ini di Jakarta, dalam keterbukaan informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Anika menambahkan bahwa terkait rencana merger itu, pihaknya pun bakal melakukan persiapan teknis. “Merger ini sesuai dengan arahan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dalam lingkup konsolidasi sektor keuangan,” kata dia.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa arahan itu dimaksudkan mengefisienkan dan mengoptimalkan sektor keuangan di Indonesia.
“BTPN akan memastikan bahwa semuanya dilakukan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” dia menambahkan.
Sementara, sekitar 15 menit sebelum penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, saham BPTN di bursa saham itu seharga Rp 2.660 per lembar, atau naik Rp 50 per lembar dibandingkan sebelumnya.
Sedari awal perdagangan sampai menjelang penutupan sesi pertama, saham berkode BTPN itu ditransaksikan 37 kali dengan volume 41.600 unit.
Total nilai transaksi dari situ di Rp 109,78 juta.
