Jakarta, TopBusiness — Palang Merah Indonesia (PMI) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Faspay, anggota Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), untuk memperluas akses donasi dan meningkatkan partisipasi publik dalam aksi kemanusiaan. Melalui kerja sama ini, Faspay hadir sebagai mitra gerbang pembayaran digital (payment gateway) resmi di situs donasi PMI.
Kolaborasi tersebut diumumkan dalam rangkaian acara Festival Ekonomi Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit Expo (IFSE) 2025 yang dihadiri Kepala Markas PMI Arifin M Hadi dan CEO Faspay Eddy Tju. Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah penting dalam mendukung transformasi digital PMI, terutama untuk mempermudah masyarakat berdonasi, memperkuat transparansi, dan mempercepat penyaluran bantuan kemanusiaan.
Selama lebih dari tujuh dekade, PMI terus berada di garis depan dalam layanan kemanusiaan di Indonesia. Integrasi teknologi pembayaran digital dinilai menjadi langkah krusial untuk memperkuat ekosistem filantropi modern.
Melalui Faspay, masyarakat kini dapat berdonasi dengan beragam metode pembayaran, mulai dari Virtual Account (BCA, Mandiri, BNI, BRI, CIMB, Danamon, Maybank, Permata, Sinarmas, BNC) hingga dompet digital seperti OVO, DANA, LinkAja, dan ShopeePay. Seluruh transaksi diproses real time dan dapat langsung dikonfirmasi oleh donatur.
“Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen PMI untuk memperkuat ekosistem filantropi digital di Indonesia. Kami berharap kehadiran sistem pembayaran digital ini membuka jalan bagi masyarakat untuk berdonasi secara lebih praktis, transparan, dan terpercaya,” ujar Arifin M Hadi dalam siaran persnya, Kamis (20/11/2025).
CEO Faspay, Eddy Tju, menegaskan bahwa digitalisasi sistem donasi merupakan langkah penting untuk memperluas dampak sosial. “Faspay bangga dapat berkolaborasi dengan PMI. Kami berkomitmen menghadirkan solusi pembayaran yang aman, cepat, dan inklusif agar semangat berbagi bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari AFTECH. Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, menilai digitalisasi donasi mampu menjawab tantangan utama filantropi, yakni akses, transparansi, dan efisiensi. “Teknologi seperti QRIS, e-wallet, dan payment gateway membuka peluang baru bagi masyarakat untuk berdonasi dengan lebih mudah, cepat, dan aman,” ujarnya.
PMI dan Faspay berharap kolaborasi ini dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem donasi digital, sekaligus mendukung gerakan kemanusiaan nasional yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dalam gelaran FEKDI x IFSE 2025, Faspay juga menggandeng sejumlah mitra strategis seperti CashUp, Bisku, JNE, DAMRI, dan FitYuk. Bersama para partner tersebut, Faspay menampilkan berbagai pengalaman layanan keuangan digital melalui aktivitas interaktif, permainan, hingga hadiah khusus bagi para pengunjung.
