Jakarta, BusinessNews Indonesia—Menteri PUPR RI, Basuki Hadimuljono, mengatakan di Jakarta belum lama ini bahwa sektor konstruksi Indonesia jangan minder terkait keselamatan konstruksi.
“Kita jangan minder. Kalau orang luarnya bisa, kitanya juga harusnya bisa. Kita juga tidak boleh beretorika,” kata dia.
Dia pun mengatakan, “Sekarang yang harus kita lakukan adalah bekerja dengan kualitas sesuai standar yang dibutuhkan.”
Menteri Basuki pun menekankan pentingnya keselamatan konstruksi dalam membangun dan menjaga kredibilitas baik sebagai seorang engineering, pelaksana, atau penyedia jasa. Kredibilitas yang baik akan mendorong kontraktor lokal lebih percaya diri menggarap proyek infrastruktur.
“Hal itu juga meningkatkan kepercayaan pengguna jasa,” kata dia.
Meminimalisasi risiko konstruksi, Senin (29/1/2018) di Jakarta, Menteri Basuki telah mendatangani pembentukan dan berdirinya Komite Nasional Keselamatan Konstruksi (KNKK). Pendirian itu berdasarkan Keputusan Menteri PUPR No. 66/KPTS/M/2018.
Dia melanjutkan, dalam waktu dekat, komite dan komisi konstruksi akan merumuskan standar berbagai keselamatan konstruksi pada bidang infrastruktur ini.
“Kami mengingini di masa depannnya sudah tidak ada lagi kejadian kecelakaan pada bidang infrastruktur ini. Standardisasi ini akan meliputi penilaian kepada sumber daya manusia (SDM), peralatan, dan dalam penerapn-perkembangan teknologi pada berbagai kegiatan infrastruktur ini,” kata dia.
Jangan sampai berbagai kejadian empat bulan terakhir di mana ada 13 kecelakaan konstruksi, menurunkan kredibilitas kontraktor dalam negeri ini di mata pasar global. “Karena selama ini kontraktor lokal kita sudah banyak melakukan kegiatan proyek di luar negeri, seperti Wijaya Karya,” kata dia.
Dia menjelaskan bahwa, nanti, seluruh pekerjaan dan proyek harus memiliki sertifikasi dari lembaga yang berkompeten di bidang masing-masing. Maka, dapat meminimalisasi risiko dan meningkatkan kredibilitas kualitas pekerjaan.
