Jakarta, BusinessNews Indonesia—Menteri Negara untuk Asia Pasifik, Kantor Luar Negeri, dan Persemakmuran Inggris, Mark Field, mengatakan bahwa rentang waktu antara penerbitan Komodo Bonds pertama dan kedua oleh Indonesia, sangat cepat. Hal ini menunjukkan ketertarikan yang luar biasa dan potensi besar di pasar ini.
“Hal ini menunjukkan contoh dari kepemimpinan global Inggris dalam pelayanan keuangan, serta hubungan baik antara Indonesia dengan Inggris,” imbuhnya dalam keterangan pers (29/1/2018).
Komodo Bonds Wijaya Karya (Wika) diterbitkan dengan kupon obligasi sebesar 7,7% per tahun dan berjangka waktu tiga tahun. Hasil dari penerbitan Komodo Bonds ini, Wika sukses menghimpun dana senilai Rp 5,4 triliun, dan mengalami kelebihan permintaan oleh investor global sebanyak 2,5 kali.
Dana yang didapat tersebut akan digunakan untuk investasi dan pengembangan infrastruktur di Indonesia. “Oversubscribed (kelebihan permintaan) ini menunjukkan dukungan kuat dari investor global dan kepercayaan kepada Wika serta masa depan infrastruktur Indonesia,” kata Direktur Utama Wika, Bintang Perbowo.
Sebelumnya, Komodo Bonds perdana diterbitkan oleh Jasa Marga senilai Rp 4 triliun di tempat yang sama, pada pertengahan Desember 2017.
Penerbitan Komodo Bonds Wika (29/1/2018) disaksikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Rini M. Soemarno; Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati; Menteri Negara untuk Asia Pasifik, Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris Mark Field; Chief Executive Officer LSE (London Stock Exchange), Nikhil Rathi; serta jajaran direksi BUMN RI lainnya.
Nikhil Rathi menyatakan LSE berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur di Indonesia melalui pembiayaan modal dalam Rupiah.
“Kami berharap dapat melanjutkan kemitraan jangka panjang dengan Komodo Bonds, serta memanfaatkan keahlian kami dalam pembiayaan berkelanjutan dan pembiayaan syariah untuk membantu Indonesia mencapai tujuannya dalam hal pertumbuhan ekonomi dan infrastrukturnya,” kata Nikhil.
