Jakarta, TopBusiness — Farmaklik bersama OBATApps resmi memperluas kolaborasi dengan 177 perguruan tinggi farmasi di Indonesia. Langkah ini menandai pergeseran OBATApps dari sekadar platform pembelajaran digital menuju ekosistem terpadu yang juga mendukung pertumbuhan bisnis institusi pendidikan.
Founder Farmaklik Grup, apt. Ridho Muhammad Sakti, menegaskan bahwa transformasi OBATApps kini menyasar dua area strategis: peningkatan kualitas akademik dan penguatan ekonomi kampus.
“Fokus OBATApps kini meluas pada pertumbuhan bisnis institusi. Lebih dari 40 persen potensi pendapatan kampus berasal dari sektor non-mahasiswa. Ekosistem yang OBATApps bangun akan memberikan pertumbuhan bersama, baik untuk akademik maupun bisnis,” ujar Ridho dalam keterangannya, Selasa (25/11/2025).
Selama sembilan tahun beroperasi, OBATApps telah mendampingi lebih dari 250.000 mahasiswa farmasi sebagai platform pembelajaran digital yang membantu peningkatan kompetensi akademik, kesiapan karier, hingga mendukung kelulusan Ujian Kompetensi. Perusahaan ini juga menjadi mitra strategis bagi lebih dari 50 kampus dalam mencapai target institusional seperti peningkatan akreditasi, pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU), hingga kelulusan Uji Kompetensi yang diklaim mencapai 100 persen.
Ekspansi terbaru OBATApps mempertegas langkah perusahaan memasuki ranah ekonomi digital kampus kesehatan. Selain fitur pembelajaran, OBATApps kini menyediakan layanan penyediaan alat laboratorium dan bahan habis pakai untuk praktik mahasiswa—mendorong efisiensi dan integrasi layanan pendidikan berbasis teknologi.
Anggota DPD RI asal Bengkulu, Destita Khairilisani, mengapresiasi perkembangan tersebut. Menurutnya, perluasan peran OBATApps sejalan dengan upaya pemerataan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. “OBATApps hadir bukan sekadar sebagai platform pembelajaran, tetapi juga inovasi teknologi yang mampu memperluas akses dan kualitas pendidikan. Ini langkah penting untuk menjawab tantangan pemerataan mutu pendidikan tinggi,” kata Destita.
Melalui kemitraan dengan 177 kampus, OBATApps juga menginisiasi pembentukan lebih dari 150 koperasi kampus sebagai simpul usaha institusi. Model ini diarahkan menjadi sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan di luar biaya pendidikan.
Ketua Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia (APDFI), Yusmaniar, menilai penguatan kolaborasi industri dan institusi pendidikan melalui OBATApps menunjukkan ekosistem digital kampus farmasi semakin terhubung dengan sektor usaha. “Keterlibatan industri nasional dan internasional dalam forum ini memperlihatkan OBATApps mendukung tujuan APDFI untuk meningkatkan kualitas institusi. Dampaknya juga akan dirasakan langsung oleh mahasiswa,” ujarnya.
Dengan perluasan layanan dan jaringan tersebut, OBATApps menegaskan ambisinya menjadi katalis transformasi digital sekaligus akselerator pertumbuhan bisnis berkelanjutan di lingkungan kampus kesehatan di Indonesia.
