TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Harga Emas Dorong Aset Finansial Luar Negeri RI

Achmad Adhito
8 December 2025 | 15:35
rubrik: Ekonomi
Program Padat Karya Serap  263.646 Pekerja

Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan III 2025 mencatat kewajiban neto yang meningkat. Pada akhir triwulan III 2025, kewajiban neto tercatat sebesar 262,9 miliar Dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan kewajiban neto pada akhir triwulan II 2025 sebesar 244,5 miliar dolar AS.

“Peningkatan kewajiban neto tersebut bersumber dari kenaikan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN),” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso, hari ini di Jakarta.

Posisi AFLN Indonesia naik terutama karena valuasi harga pasar pada beberapa negara penempatan aset yang meningkat. 

Ramdan, dalam keterangan resmi, menjelaskan bahwa posisi AFLN pada akhir triwulan III 2025 tercatat sebesar 541,1 miliar Dolar AS, naik 0,7% (qtq/quarter to quarter) dari 537,3 miliar Dolar AS pada akhir triwulan II 2025.

Peningkatan posisi AFLN dipengaruhi oleh kenaikan harga emas, harga saham global, dan harga aset pada beberapa negara penempatan aset.

Posisi KFLN Indonesia meningkat terutama dipengaruhi oleh peningkatan posisi investasi langsung dan investasi portofolio. Posisi KFLN pada akhir triwulan III 2025 tercatat sebesar 803,9 miliar Dolar AS, naik 2,8% (qtq) dari 781,8 miliar dolar AS pada akhir triwulan II 2025.

Peningkatan KFLN ditopang oleh terjaganya aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi langsung sebagai cerminan terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi domestik. Peningkatan posisi KFLN juga dipengaruhi oleh kenaikan harga saham di Indonesia.

Bank Indonesia memandang perkembangan PII Indonesia pada triwulan III 2025 tetap terjaga sehingga mendukung ketahanan eksternal. Hal ini tecermin dari rasio PII Indonesia terhadap PDB pada triwulan III 2025 yang tetap terjaga sebesar 18,3%.

BACA JUGA:   Presiden Minta OJK Jaga dan Kawal Digitalisasi Keuangan agar Tumbuh secara Sehat

“Selain itu, struktur kewajiban PII Indonesia juga didominasi oleh instrumen berjangka panjang (93,1%) terutama dalam bentuk investasi langsung,” ucap Ramdan.

Tags: aset finansial luar negeribank indonesiakewajiban finansial luar negeriposisi investasi internasional
Previous Post

Program YES Scale Up Business Bekali Peserta dengan 12 Modul Komprehensif dan Jaringan untuk Wujudkan Bisnis Berdampak

Next Post

Hutama Karya Group Bantu Buka Kembali Akses Padang-Bukittinggi lewat Lembah Anai

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR