Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup naik 0.9%, disertai dengan net buy asing ~438 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BMRI, GOTO, BUMI, AMRT dan IMPC.
Untuk perdagangan hari ini, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, IHSG berpotensi koreksi hari ini.
“Dengan level Support IHSG diproyeksi di rentang 8650-8690 dan level Resist IHSG di kisaran 8730-8750,” ujar dia, dalam risetnya, Selasa (9/12/2025).
Global Overnight Review
Wall Street Turun, Pasar Tegang Tunggu Keputusan The Fed. Indeks-indeks saham Wall Street melemah pada perdagangan Senin (8/12), seiring investor memilih bersikap wait and see keputusan The Fed pada pertemuan terakhir tahun ini.
Pasar menanti keputusan suku bunga serta arah kebijakan yang akan disampaikan Ketua The Fed Jerome Powell.
Indeks S&P 500 turun 0,5%, Nasdaq Composite melemah 0,4%, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,6%.
Optimisme terhadap pemangkasan suku bunga tersebut sebelumnya telah mendorong rally Wall Street.
Sentimen juga meningkat setelah rilis data inflasi PCE inti September yang lebih rendah dari perkiraan.
Jika skenario pemangkasan suku bunga beralih ke 2026, tekanan terhadap pasar dapat meningkat pada 1H26.
Di tengah pelemahan pasar, sektor teknologi justru mencatat kinerja positif. Saham Broadcom naik 2% dan mencapai rekor tertinggi setelah laporan bahwa Microsoft tengah menjajaki pembuatan chip khusus bersama perusahaan tersebut.
Saham Confluent melesat 29% setelah IBM mengumumkan rencana akuisisi senilai US$ 11 miliar, yang diperkirakan rampung pada pertengahan 2026.
Sementara itu, saham Oracle naik hampir 1% menjelang rilis laporan keuangan perusahaan yang dijadwalkan Rabu.
Bursa Asia Mixed, Pasar Cermati Ketegangan China-Jepang. Bursa Asia beragam pada awal pekan ini, Senin (8/12).
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,05%, Hang Seng Hong Kong turun 0,07%, Taiex Taiwan naik 0,35%, Kospi Korea Selatan naik 0,05%, dan ASX 200 Australia turun 0,34%. Sementara itu, Straits Times Singapura turun 0,09% dan FTSE Malaysia turun 0,36%.
Di sisi lain, para pedagang mencermati buruknya hubungan China-Jepang, serangkaian keputusan bank sentral dan prospek aset berisiko pada tahun depan.
Selain itu, hubungan Jepag dan China dan aset di kedua negara menjadi fokus di Asia setelah pesawat tempur China melatih radar pengendali tembakan menargetkan jet militer Jepang pada akhir pekan lalu.
Kemudian, Bank sentral Kanada, Swiss, dan Australia juga akan menggelar rapat kebijakan pekan ini dan diperkirakan menahan suku bunga.
Swiss National Bank mungkin ingin melonggarkan kebijakan untuk menahan penguatan franc, namun suku bunga saat ini sudah 0% sehingga opsi pemangkasan terbatas. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: BKSL, HUMI, JARR, ASII, COAL, dan CDIA
- BKSL Spec Buy dengan area beli di 178, cutloss di bawah 174. Target dekat di 180-186.
- HUMI Spec Buy dengan area beli di 195-199, cutloss di bawah 190. Target dekat di 206-220.
- JARR Spec Buy dengan area beli di 3670-3720, cutloss di bawah 3600. Target dekat di 3840-3950.
- ASII Spec Buy dengan area beli di 6625-6700, cutloss di bawah 6625. Target dekat di 6825-7025.
- COAL Spec Buy dengan area beli di 123-124, cutloss di bawah 120. Target dekat di 127-130.
CDIA Spec Buy dengan area beli di 1900-1930, cutloss di bawah 1900. Target dekat di 1965-2000.
