Jakarta, TopBusiness—Kerjasama industri antara Indonesia dan Rusia memasuki babak baru yang lebih konkret dan terarah. Hal itu ditandai dengan finalisasi MoU antara Menteri Perindustrian RI (Menperin) Agus G. Kartasasmita, dengan Menteri Industri dan Perdagangan Federasi Rusia Anton Alikhanov, di Moscow, Rusia.
Dalam keterangan tertulis, hari ini, dijelaskan bahwa dua pejabat tersebut membicarakan berbagai topik bilateral. Itu seperti penguatan kerjasama pada sektor industri manufaktur, halal, teknologi nirawak, dan lainnya.
“Melalui penandatanganan serta finalisasi MoU ini menjadi landasan penting untuk memerluas kolaborasi teknologi, riset, dan penguatan daya saing industri nasional,” ujar Menperin Agus Kartasasmita.
Nota kesepahaman itu adalah MoU on Cooperation in the Field of Scientific Research on the Safe Use of Chrysotile Asbestos. Dan, MoU on Cooperation in the Field of Shipbuilding.
MoU on Cooperation in the Field of Shipbuilding mengatur kerjasama di sektor industri galangan kapal. Melalui perjanjian ini, menperin berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat dan kontribusi signifikan bagi pengembangan industri galangan kapal di Indonesia maupun Rusia.
Sementara, MoU on Cooperation in the Field of Scientific Research on the Safe Use of Chrysotile Asbestos merupakan kolaborasi dalam penelitian ilmiah mengenai penggunaan krisotil yang aman.
Sebagai bagian dari kerjasama ini, dua tenaga laboratorium asal Indonesia telah mengikuti pelatihan yang didukung oleh Pemerintah Rusia pada September 2024.
Menperin menegaskan, “Kerjasama ini akan memberikan manfaat signifikan bagi pengembangan sektor industri manufaktur dan SDM industri, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dengan Rusia.”
Lebih lanjut, pertemuan bilateral ini sekaligus meninjau tindak lanjut dari hasil Sidang Komisi Bersama Indonesia-Rusia terutama dalam Working Group on Trade, Investment and Industry.
Menperin berharap upaya konkret dapat segera diwujudkan pada sejumlah isu, termasuk industri, rantai pasok halal, perdagangan, logistik, standarisasi dan sertifikasi, pertanian, serta finansial.
