Jakarta, TopBusiness—Di tengah dinamika pariwisata Bali yang semakin mencari keseimbangan antara pertumbuhan dan kelestarian, Sanggraloka Ubud hadir sebagai contoh bagaimana kemewahan, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat dapat beriringan. Terletak di Bresela, kawasan yang dikenal sebagai pusat spiritual dan lanskap hijau Ubud, Sanggraloka menawarkan pendekatan baru terhadap hospitality, sebuah model bisnis yang tumbuh dari alam dan pada saat yang sama menumbuhkan kembali kehidupan di sekitarnya.
“Sejak soft opening pada Oktober lalu, Sanggraloka Ubud mencatat performa awal yang kuat,” kata Direktur dan Partner Sanggraloka Ubud, I Wayan Lanus, dalam keterangan yang diterima hari ini oleh Redaksi Topbusiness.id.
Menjelang akhir tahun, manajemen menargetkan peningkatan okupansi hingga 65-70 persen, bukan melalui diskon agresif, melainkan lewat strategi yang memerkaya pengalaman tamu dengan program wellness di pertengahan pekan. Tak kalah istimewa, tamu bisa langsung turun ke Sungai Oos untuk melukat (pembersihan diri secara spiritual khas Bali), mengikuti sesi yoga, meditasi dan terapi sound bath, atau sekadar bermain air di air terjun.
“Selain itu, rangkaian farm-to-table dinner serta aktivitas romantis juga disiapkan untuk mendorong tamu memerpanjang lama menginap,” kata Wayan Lanus.
“Preferensi ini juga tercermin dalam dinamika pasar pariwisata nasional dan regional, yang menunjukkan peningkatan minat terhadap destinasi yang menawarkan ketenangan, kedekatan dengan alam, dan pengalaman yang autentik,” kata dia.
