Jakarta, TopBusiness—Yayasan Asia Pasifik Kanada (APF Kanada) memertemukan lebih dari 80 pemimpin senior dari komunitas agrifood, perdagangan, dan bisnis Indonesia di Momentum Jakarta pada 10 Desember 2025. Acara penting ini dirancang untuk memerkuat kolaborasi antara Kanada dan Indonesia. Serta membangkitkan minat yang ditargetkan menjelang Konferensi Kanada di Asia (CIAC) 2026, yang akan diadakan di Singapura pada Februari 2026.
Tema utama acara itu adalah “Canada–Indonesia Agrifood Success Stories: Moving from Insights to Action.”
Dalam keterangan yang diterima Redaksi TopBusiness.id, hari ini, Duta Besar Kanada untuk Republik Indonesia, Jess Dutton, menggarisbawahi komitmen kuat Kanada memerdalam kerja sama agrifood dengan Indonesia. Dua negara ini memiliki kepentingan bersama dalam memajukan ketahanan pangan, keberlanjutan, dan ketahanan jangka panjang di seluruh kawasan.
“Kanada melihat Indonesia sebagai mitra utama dalam membangun sektor agrifood yang tangguh dan siap menghadapi masa depan,” kata dia.
Direktur Jenderal Kementerian Perdagangan Indonesia, Djatmiko Bris Witjaksono, mengatakan bahwa CEPA merupakan langkah penting memerkuat hubungan ekonomi Indonesia-Kanada dan membuka jalan bagi kerja sama yang lebih mendalam. CEPA menyediakan kerangka kerja yang kuat dan berpandangan ke depan untuk meningkatkan kolaborasi perdagangan, mengurangi hambatan non-tarif, dan membuka jalan baru bagi investasi strategis, khususnya di bidang yang berkontribusi pada ketahanan pangan dan pertumbuhan berkelanjutan.
Ia menambahkan bahwa integrasi Indonesia yang semakin meningkat ke dalam rantai nilai global menggarisbawahi kekuatan komplementer kedua negara.
“Memerluas kemitraan dengan Kanada, Indonesia dapat lebih mengembangkan produk pertanian dan pangan bernilai tambah, sambil mempromosikan akses pasar dua arah dari produk hortikultura Kanada ke produk makanan laut Indonesia dan buah-buahan Asia Tenggara.”
