Jakarta, BusinessNews Indonesia—Mengatasi kesulitan air bersih di Kabupaten Asmat, Propinsi Papua, Kementerian PUPR akan membuat penampungan air hujan yang bisa dimanfaatkan saat musim kemarau. “Curah hujannya sangat tinggi dan menjadi sumber air bersih utama. Namun tantangannya, air hujan miskin kandungan mineralnya,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementeria PUPR, Arie Setiadi Moerwanto, di Jakarta (8/2/2018).
Oleh karenanya, perbaikan instalasi pengolahan air (IPA) seperti pipa bocor atau pompa tidak berfungsi akan dilakukan. Kemudian, ada penambahan pipa untuk memerluas layanan sesuai dengan kapasitas IPA, dan membangun IPA baru bagi daerah yang memiliki sumber air baku.
Pembangunan IPA dan sanitasi dilakukan melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). “Pada setiap distrik paling tidak ada tiga desa yang menjadi lokasi Pamsimas. Kapasitas IPA tidak besar yakni 1 liter/detik tetapi bisa untuk memenuhi kebutuhan 500 orang. Cukup untuk satu desa. Namun aspek pemeliharaannya juga perlu diperhatikan,” kata Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman Kementerian PUPR, Dwityo Akoro Soeranto.
Pamsimas melibatkan masyarakat sejak mulai perencanaan dan akan didampingi oleh tenaga pendamping berpengalaman yang akan tinggal di lokasi selama satu tahun, untuk mengajarkan masyarakat mulai dari perencanaan, operasional, dan pemeliharaannya.
Dwityo menambahkan bahwa rumah-rumah di sana belum memiliki fasilitas untuk buang air besar, sehingga masalah ini juga turut membuat hidup masyarakat di sana kurang sehat.
Melalui Pamsimas, akan dibangun MCK komunal pasang surut dengan media menggunakan botol air mineral yang dicacah dan ditambahkan bakteri pengurai. Kementerian PUPR telah memiliki modul septik tank dengan umur fungsi selama dua tahun dan minim perawatan. Bila sudah mencapai umur fungsinya, akan diganti dengan modul baru.
Pemasangannya akan melibatkan masyarakat melalui Program Padat Karya. Selain di perumahan warga, MCK komunal juga akan dipasang di Puskesmas dan sekolah.
Kementerian PUPR memprioritaskan pembangunan infrastruktur air bersih dan sanitasi untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di Asmat. Ketersediaan infrastruktur perlu diikuti peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku hidup sehat untuk mencegah terjadinya kembali wabah campak dan gizi buruk yang telah mengakibatkan korban jiwa terutama anak-anak.
Tim Kementerian PUPR yang dipimpin oleh Arie Setiadi Moerwanto, pada tanggal 1 Februari sampai 4 Februari 2018, mengunjungi enam distrik di Kabupaten Asmat yakni Agats, Atsj, Auyu, Pantai Kasuari, Der Koumur, dan Fayit.
Aktivitas itu untuk mengetahui kondisi kondisi lapangan secara langsung, sehingga bisa mengambil langkah yang tepat untuk membangun infrastruktur yang sesuai dengan kondisi di daerah Asmat.
