TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Resmikan Klinik Genomik Terintegrasi, RSPP dan NalaGenetics Perkuat Layanan Kesehatan

Busthomi
24 December 2025 | 13:56
rubrik: Business Info
64 Rumah Sakit BUMN Siaga Virus Corona

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) di bawah Indonesia Healthcare Corporation bersama NalaGenetics meresmikan Klinik Genomik IHC RSPP di Gedung Graha RSPP Lantai 11 sebagai bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan layanan kesehatan presisi di Indonesia.

Klinik ini mengintegrasikan pemeriksaan genomik, konsultasi klinis, serta layanan pencegahan berbasis data genetik dalam satu sistem layanan terpadu di lingkungan rumah sakit rujukan nasional.

Peresmian klinik ini hadir di tengah meningkatnya beban penyakit tidak menular di Indonesia, termasuk penyakit jantung, kanker, dan gangguan metabolik, yang secara ilmiah diketahui memiliki komponen risiko genetik yang signifikan.

Berdasarkan data nasional terbaru, angka prevalensi penyakit jantung di Indonesia saat ini tercatat sebesar 1,5% dari total populasi, sementara kasus kanker payudara setiap tahunnya mencapai 66.271 kasus baru dengan tingkat keterlambatan deteksi dini sebesar lebih dari 70 persen.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya pendekatan pencegahan dan penanganan berbasis risiko individual.

Di tingkat global, integrasi genomik ke dalam sistem layanan kesehatan telah menjadi praktik yang semakin umum. Singapura, Amerika Serikat, dan Inggris telah mengadopsi layanan genomik dalam skrining kanker, pemilihan terapi presisi, serta pencegahan penyakit berbasis populasi.

Di Indonesia, adopsi layanan serupa masih tergolong terbatas, khususnya di lingkungan rumah sakit rujukan nasional. Hingga saat ini, jumlah rumah sakit rujukan nasional yang telah memiliki layanan genomik terintegrasi secara klinis baru mencapai kurang dari 5 (lima) rumah sakit.

Kehadiran Klinik Genomik IHC RSPP juga sejalan dengan agenda Transformasi Teknologi Kesehatan Kementerian Kesehatan yang menekankan penguatan data kesehatan, peningkatan mutu pengambilan keputusan klinis, serta pemanfaatan teknologi presisi dalam sistem pelayanan kesehatan.

“Klinik ini dibangun dari kebutuhan di lapangan. Dalam banyak kasus, pasien datang dengan satu keluhan spesifik, namun setelah melalui konsultasi genetik justru ditemukan risiko lain yang lebih besar seperti penyakit jantung atau riwayat kanker dalam keluarga,” ujar Levana Sani, CEO NalaGenetics, dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025).

BACA JUGA:   SKK Migas Umumkan Pergantian Jabatan Setingkat Kepala Divisi

Tanpa layanan yang terintegrasi, kata dia, proses seperti ini sering kali terfragmentasi. “Melalui klinik ini, asesmen dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dan terarah,” katanya.

Sebagai bagian dari jaringan rumah sakit rujukan nasional, RSPP memiliki posisi strategis dalam mengintegrasikan inovasi klinis ke dalam praktik medis lintas spesialisasi.

Layanan genomik di RSPP saat ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai bidang seperti onkologi, kardiologi, psikiatri, gizi klinik, penyakit dalam, pediatri, serta kulit dan kelamin, yang selama ini kerap menangani kondisi dengan komponen genetik.

dr. Henny Veirawati, Direktur RSPP mengatakan, pemeriksaan genetik dalam beberapa tahun terakhir semakin dikenal luas.

“Kita memahami bahwa respons terhadap pengobatan, pola hidup, dan risiko penyakit sangat dipengaruhi oleh variasi genetik setiap individu. Ini menjadi peluang untuk menghadirkan layanan yang benar benar berbasis kebutuhan pasien dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan klinis,” ujar dia.

Dalam sesi peresmian, dr. Endah Ronawulan SpKJ, psikiater RSPP, membagikan pengalaman penanganan pasien yang sebelumnya menjalani proses trial and error dalam pemilihan obat psikiatri.

Setelah menjalani pemeriksaan farmakogenomik, pasien tersebut akhirnya menemukan terapi yang lebih sesuai dengan profil genetiknya dan menunjukkan respons medis yang jauh lebih baik.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana pemanfaatan data genetik berpotensi meningkatkan keamanan dan efektivitas pengobatan, serta mengurangi risiko efek samping obat yang tidak diinginkan.

Tags: NalaGeneticsperkuat layanan kesehatanRSPPsektor kesehatan
Previous Post

Liburan Akhir Tahun, Jangan Sekadar Pergi: Saatnya Menghidupkan Perjalanan Lewat #arsitekTOUR

Next Post

PGEO dan PLN IP Sepakati Tarif dengan PLN untuk PLTP Ulubelu Bottoming Unit

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR