Jakarta, TopBusiness – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (IDX: CUAN) (“Petrindo”) dengan ini menyampaikan bahwa Perseroan secara resmi telah mengumumkan proses negosiasi sehubungan dengan rencana pengambilalihan pada PT Singaraja Putra Tbk (IDX: SINI).
Diharapkan bahwa dengan diselesaikannya rencana pengambilalihan, maka Petrindo dan/atau afiliasinya (termasuk melalui PT Petrosea Tbk) akan memiliki sekurang-kurangnya 51% dari seluruh saham yang telah dan/atau akan dikeluarkan oleh SINI, dan sekaligus menjadi pemegang saham pengendali SINI.
Setelah menjadi pemegang saham pengendali SINI, Petrindo secara konsolidasi akan memiliki sejumlah konsesi tambang batubara dengan total nilai reserve sebesar 378 juta ton thermal dan metallurgical coal dan akan menjadikan Petrindo sebagai salah satu perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia.
“Rencana pengambilalihan ini bertujuan untuk memperkuat aset grup Petrindo, memperluas jaringan usaha, serta menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha jangka panjang dalam membangun perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan yang terintegrasi,” ujar Michael, Direktur Utama CUAN, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/12/2025).
Pada tanggal pengumuman ini, Petrindo melalui entitas anaknya, PT Kreasi Jasa Persada beserta afiliasinya, secara tidak langsung telah memiliki 19,99% dari modal ditempatkan dan disetor SINI.
Saat ini, Perseroan tengah melakukan pembahasan dengan pemegang saham pengendali SINI terkait rencana pengambilalihan, termasuk mekanisme transaksi, perkiraan jumlah saham, harga dan target waktu penyelesaian.
Rencana pengambilalihan tersebut akan sepenuhnya tunduk pada hasil negosiasi yang sedang berlangsung, termasuk namun tidak terbatas pada penandatanganan perjanjian definitif, pemenuhan seluruh persyaratan, serta perolehan persetujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selanjutnya, Petrindo sebagai calon pengendali baru pada SINI akan menunjuk sebuah perusahaan terkendali Petrindo untuk melaksanakan penawaran tender wajib setelah rencana pengambilalihan selesai dilaksanakan, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan di bidang pasar modal.
Petrindo merupakan perusahaan holding yang menjalankan kegiatan usaha di sektor pertambangan mineral dan energi melalui anak perusahaannya.
Petrindo berfokus pada tiga lini bisnis utama, yaitu Pertambangan yang mencakup batubara termal, batubara metalurgi, emas, dan perak; Jasa Pertambangan yang menyediakan layanan kontrak pertambangan terintegrasi dan jasa EPC; serta Infrastruktur dan Jasa Lainnya yang menyediakan fasilitas offshore supply base dan layanan infrastruktur lainnya, termasuk PLTU.
