Jakarta, TopBusiness — HP Inc. memanfaatkan panggung Consumer Electronics Show (CES) 2026 untuk menegaskan arah strateginya dalam membentuk masa depan dunia kerja berbasis kecerdasan buatan (AI).
Melalui rangkaian produk dan solusi terbaru, HP menempatkan kepuasan profesional dan produktivitas manusia sebagai fondasi pertumbuhan bisnis di tengah perubahan cara kerja global.
Di CES tahun ini, HP memperkenalkan berbagai inovasi mulai dari AI PC ultra-ringkas, laptop bisnis berperforma tinggi, hingga integrasi AI pada perangkat printer dan platform manajemen TI.
Langkah ini menegaskan ambisi HP untuk menjawab tantangan dunia kerja modern yang semakin menuntut fleksibilitas, mobilitas, dan efisiensi. Demikian seperti bunyi pers rilis dari HP Global yang diterima TopBusiness, Rabu (7/1/2026).
Lebih lanjut disebutkan, HP mencatat, adanya tekanan terhadap para knowledge worker kian meningkat. Secara global, hanya sekitar 20 persen pekerja yang memiliki hubungan sehat dengan pekerjaannya.
Namun, dengan dukungan teknologi yang tepat, peluang terciptanya pengalaman kerja yang lebih sehat dapat meningkat hingga dua kali lipat, bahkan lima kali lipat ketika perusahaan dinilai serius berinvestasi pada karyawannya.
“Di era disrupsi berkelanjutan, kesenjangan kepuasan di dunia kerja semakin nyata. HP berkomitmen membantu organisasi mengubah tantangan tersebut menjadi peluang inovasi dan resiliensi,” tulis keterangan resmi tersebut.
AI PC dan Performa Lokal Jadi Fokus
Salah satu sorotan utama HP di CES 2026 adalah peluncuran HP EliteBoard G1a, yang diklaim sebagai AI PC terintegrasi dalam keyboard pertama di dunia.
Perangkat ini dirancang sangat ringkas dan ringan, namun mampu menjalankan pemrosesan AI secara lokal, memungkinkan profesional bekerja dari mana saja tanpa bergantung pada konektivitas cloud.
HP juga mencatat terobosan di segmen notebook dengan menghadirkan laptop komersial dan konsumen pertama di dunia yang didukung NPU hingga 85 TOPS. Kapabilitas ini memungkinkan berbagai aplikasi AI berjalan secara simultan. Teknologi tersebut dihadirkan melalui HP EliteBook X G2 Series untuk segmen bisnis serta HP OmniBook Ultra 14 yang ditenagai prosesor Snapdragon® X2 Elite.
Di pasar konsumen, HP memperbarui seluruh lini OmniBook dengan prosesor Snapdragon® X2 dan layar OLED. Model terbaru HP OmniBook 3 16 diklaim menawarkan daya tahan baterai terpanjang di dunia untuk notebook AI PC konsumen berlayar OLED 16 inci, menargetkan pengguna dengan mobilitas tinggi dan kebutuhan produktivitas jangka panjang.
AI Masuk ke Printer dan Manajemen TI
Tak hanya pada PC, HP juga membawa AI langsung ke perangkat printer. Untuk pertama kalinya, HP mengintegrasikan Microsoft Copilot ke dalam lini HP Office Print. Fitur ini memungkinkan peringkasan dokumen, penerjemahan, serta pengelolaan cerdas langsung dari printer, dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan keamanan operasional bisnis.
Di sisi pengelolaan TI, HP menambahkan kemampuan pemulihan tingkat firmware pada Workforce Experience Platform (WXP). Fitur ini memungkinkan tim TI menangani masalah perangkat kritis dengan lebih cepat, bahkan ketika sistem tidak dapat melakukan boot, sebuah kebutuhan penting di era kerja hybrid dan lingkungan kerja terdistribusi.
Satu Merek Gaming, Performa Maksimal
HP juga merombak strategi di segmen gaming dengan menyatukan OMEN dan HyperX di bawah satu merek utama, yakni HyperX.
Bersamaan dengan itu, HP memperkenalkan HyperX OMEN MAX 16, yang diklaim sebagai laptop gaming paling tangguh di dunia dengan sistem pendingin internal sepenuhnya, didukung OMEN AI dan keyboard ber–high polling rate untuk performa kompetitif.
Dorong Ekosistem dan Talenta Masa Depan
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, HP kembali membuka Future of Work Accelerator 2026, program global yang bertujuan memperluas akses teknologi dan keterampilan bagi komunitas yang kurang terhubung.
Sejak diluncurkan pada 2022, program ini telah menjangkau lebih dari 11,3 juta orang di 13 negara. Pada 2026, program ini menyediakan pendanaan USD 100.000, perangkat dan solusi HP senilai USD 100.000, serta pelatihan dan pendampingan selama enam bulan. Untuk pertama kalinya, accelerator ini terbuka bagi organisasi nirlaba maupun perusahaan dengan fokus pada AI dan masa depan dunia kerja. Pendaftaran dibuka pada 12 Januari hingga 6 Februari 2026.
