TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

RI–Tiongkok Sepakati 16 Proyek Investasi Rp 36,4 Triliun

Nurdian Akhmad
12 January 2026 | 15:23
rubrik: Ekonomi
Menko Airlangga Sebut Capaian Pertumbuhan Ekonomi 2022 Tertinggi Sejak 2014

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pemerintah Indonesia bersama mitra usaha asal Tiongkok menyepakati 16 proyek investasi senilai total Rp 36,4 triliun atau sekitar US$2,19 miliar. Kesepakatan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama ekonomi bilateral melalui inisiatif Two Parks Twin Countries (TCTP).

Penandatanganan proposal proyek melibatkan perusahaan-perusahaan dari Provinsi Fujian, Tiongkok, dengan mitra Indonesia. Proyek mencakup sektor strategis seperti logam dasar, pengolahan daging dan makanan laut, tekstil, teh, furnitur, drone, baterai, hingga kecerdasan buatan (AI).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, kerja sama Indonesia–Tiongkok merupakan kemitraan strategis jangka panjang yang terus diperkuat untuk mendukung pembangunan ekonomi kedua negara.

“Tiongkok dan Indonesia sama-sama memiliki pasar besar, menjadi anggota G20, dan menawarkan peluang kolaborasi yang sangat luas bagi dunia usaha kedua negara,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (12/1/2026).

Airlangga juga mengungkapkan bahwa Tiongkok saat ini merupakan mitra dagang utama Indonesia dengan nilai perdagangan mencapai US$135,2 miliar pada 2024. Inisiatif TCTP menjadi kerangka strategis untuk memperdalam kolaborasi industri, mendorong investasi, serta integrasi rantai pasok.

Nota Kesepahaman TCTP pertama kali diluncurkan pada 2021 dan diperbarui pada Mei 2025, disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang.

Ke depan, Indonesia membuka peluang kerja sama yang lebih luas di sektor infrastruktur, logistik, hilirisasi industri, manufaktur, energi terbarukan, ekonomi digital, AI, komputasi kuantum, ketahanan pangan, kesehatan, serta pengembangan SDM.

Pemerintah juga menegaskan komitmen memperbaiki iklim investasi melalui reformasi regulasi, pembangunan infrastruktur, dan konsistensi kebijakan, termasuk pembentukan gugus tugas khusus untuk mempercepat realisasi proyek strategis nasional.

BACA JUGA:   Likuditas Ekonomi di November: Rp9.175 Triliun
Tags: Investasi Tiongkokkementerian perekonomian
Previous Post

Kementerian PU dan Hutama Karya Tangani Tanggap Darurat

Next Post

Gendeng FTL, OCBC Luncurkan Kartu Kredit Co-Brand OCBC FTL Platinum

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR