Jakarta, TopBusiness—Wakil Menteri Perdagangan RI (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri bertemu dengan importir produk Indonesia membahas jalur pengiriman produk Indonesia, terutama minyak sawit ke Pakistan melalui Pelabuhan Qasim (Port Qasim) di Karachi, Pakistan, belum lama ini.
Dalam keterangan resmi, hari ini, dijelaskan bahwa pelabuhan tersebut berperan sebagai pelabuhan utama sekaligus simpul impor minyak nabati (edible oil) ke Pakistan, serta menjadi titik strategis dalam rantai pasok minyak sawit.
Pada pertemuan tersebut, Wamendag Roro menyampaikan apresiasi atas peran strategis Pelabuhan Qasim dalam mendukung kelancaran pasokan minyak sawit Indonesia ke Pakistan. Ia juga menyoroti potensi peluang kerja sama perdagangan lainnya yang dapat dikembangkan antara Indonesia dan Pakistan.
Indonesia memandang Pakistan sebagai mitra dagang yang sangat penting untuk perdagangan minyak sawit. Kerjasama perdagangan ini diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang. Indonesia juga terbuka terhadap peluang perdagangan produk lainnya dengan Pakistan yang tentunya akan saling menguntungkan bagi kedua negara. “Hal ini diharapkan dapat makin memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Pakistan ke depan,” ujar Wamendag Roro.
Senada dengan Wamendag Roro, CEO Westbury Group sekaligus CEO Mapak Edible Oils, Abdul Rasheed Janmohammed, menekankan pentingnya peran Pelabuhan Qasim dalam mendukung kelancaran pasokan sawit Indonesia ke Pakistan. Ia berharap perdagangan Indonesia–Pakistan dapat terus meningkat melalui penguatan rantai pasok yang meliputi peningkatan efisiensi logistik, simplifikasi prosedur perizinan, serta pengembangan fasilitas penyimpanan (storage) di pelabuhan.
Upaya-upaya tersebut akan memastikan pasokan sawit Indonesia menjadi lebih cepat, stabil, dan kompetitif dibandingkan pemasok dari negara lain.
