TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram Perkuat Tata Kelola SDM Lewat Remunerasi Transparan dan Pendekatan Humanis

Agus Haryanto
21 January 2026 | 20:13
rubrik: Event
RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram Perkuat Tata Kelola SDM Lewat Remunerasi Transparan dan Pendekatan Humanis

Jakarta, TopBusiness – RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram terus melakukan pembenahan tata kelola sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.

Salah satu langkah strategis yang diterapkan adalah pemberian reward berupa remunerasi berbasis kinerja transparan, disertai penghargaan non-finansial serta penerapan sistem sanksi bertahap yang berorientasi pada pembinaan.

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.O.G., Subsp.F.E.R., M.Kes., M.Sc., menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dirancang untuk menciptakan rasa keadilan, meningkatkan motivasi kerja, serta mendorong profesionalisme tenaga medis dan nonmedis di lingkungan rumah sakit.

“Kami memberikan reward berupa remunerasi berbasis kinerja. Pembagian jasa medis dilakukan secara transparan, dengan mempertimbangkan beban kerja dan risiko masing-masing tenaga medis,” ujar dr. Eka kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2026, secara daring melalui aplikasi zoom meeting, di Jakarta, hari ini.

Menurutnya, sistem remunerasi yang adil dan transparan merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan pegawai terhadap manajemen rumah sakit. Oleh karena itu, RSUD H. Moh. Ruslan menerapkan mekanisme keterbukaan informasi dalam pembagian jasa medis.

Ia menjelaskan, setiap awal bulan manajemen rumah sakit secara rutin mengirimkan email kepada seluruh pegawai yang berisi rincian perhitungan jasa medis. Pengiriman dilakukan sekitar tanggal 5 setiap bulan agar pegawai memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pengecekan.

“Kami mengirimkan email ke semua pegawai di awal bulan. Di dalamnya kami jelaskan perhitungan jasa medis yang akan diterima. Kami juga memberikan waktu selama 2×24 jam bagi pegawai untuk menyampaikan komplain,” katanya.

Mekanisme tersebut, lanjut dr. Eka, memberikan kesempatan kepada tenaga medis apabila terdapat pasien yang belum terinput dalam sistem jasa medis. Dengan adanya masa sanggah ini, pegawai dapat menyampaikan keberatan atau klarifikasi kepada manajemen sebelum remunerasi ditetapkan secara final.

BACA JUGA:   Dukung Keberlanjutan, PLN UID Lampung Besut Program Konversi Motor Listrik

“Kalau ada pasien yang belum masuk dalam penginputan jasa, masih ada kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan komplain kepada kami di manajemen. Ini bagian dari komitmen kami terhadap transparansi,” jelasnya.

Selain penghargaan finansial, RSUD H. Moh. Ruslan juga memberikan perhatian serius terhadap pengembangan kompetensi pegawai melalui berbagai bentuk reward non-finansial. Manajemen rumah sakit membuka kesempatan seluas-luasnya bagi tenaga medis untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan keahlian.

“Untuk non-finansial, kami memberikan kesempatan beasiswa pendidikan spesialis dan fellowship. Selain itu, pegawai juga kami fasilitasi untuk mengikuti pelatihan dan workshop,” ungkapnya.

Menurut dr. Eka, investasi pada peningkatan kompetensi SDM merupakan langkah strategis jangka panjang yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan rumah sakit. Dengan tenaga medis yang kompeten dan terus berkembang, mutu pelayanan kepada masyarakat diharapkan semakin optimal.

Di sisi lain, manajemen RSUD H. Moh. Ruslan juga menerapkan sistem sanksi sebagai bentuk penegakan disiplin dan kepatuhan terhadap aturan. Namun, sanksi tersebut dirancang secara bertahap dan proporsional melalui sistem poin pelanggaran.

“Kami menerapkan sistem poin pelanggaran. Sanksi ini bersifat bertahap, terutama untuk ketidakhadiran atau pelanggaran terhadap SOP (standar operasional prosedur) keselamatan pasien,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keselamatan pasien menjadi prioritas utama rumah sakit. Oleh karena itu, setiap pelanggaran terhadap SOP keselamatan pasien akan menjadi perhatian serius manajemen, meskipun pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan pembinaan.

Dalam konteks audit medis, dr. Eka menjelaskan bahwa terdapat mekanisme sanksi yang lebih tegas, mulai dari sanksi administratif hingga peninjauan ulang kewenangan klinis tenaga medis. Namun demikian, hingga saat ini kebijakan tersebut belum pernah diterapkan.

“Dalam audit medis memang ada sanksi administratif atau peninjauan ulang kewenangan klinis. Tetapi sampai sekarang itu belum pernah kami lakukan,” katanya.

BACA JUGA:   GRC Kuatkan Peran Phapros Kala Pandemi

Ia menegaskan, hal tersebut bukan berarti rumah sakit mengabaikan pelanggaran, melainkan karena manajemen lebih mengutamakan penyelesaian masalah secara dialogis dan kekeluargaan.

“Prinsip kami di sini adalah win-win solution. Setiap ada masalah, kami selesaikan secara kekeluargaan,” tuturnya.

Pendekatan humanis tersebut, menurutnya, efektif dalam menjaga keharmonisan hubungan kerja sekaligus mendorong pegawai untuk memperbaiki kinerja tanpa harus langsung dikenai sanksi berat. Dengan komunikasi yang terbuka dan saling menghargai, berbagai persoalan internal dapat diselesaikan secara konstruktif.

Melalui penerapan sistem reward dan punishment yang seimbang, transparan, dan berorientasi pada pembinaan, RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang profesional, adil, dan kondusif. Kebijakan ini juga diharapkan mampu meningkatkan loyalitas pegawai serta memperkuat budaya keselamatan pasien di rumah sakit.

“Tujuan akhirnya adalah pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat. SDM yang sejahtera, kompeten, dan disiplin akan berbanding lurus dengan mutu pelayanan kesehatan yang kami berikan,” pungkas dr. Eka.

Previous Post

Awal Tahun Lebih Mindful, blu by BCA Digital Ajak Masyarakat Kelola Self-Reward demi Resolusi Finansial 2026

Next Post

Pekerjaan Overpass Tol Palembang–Betung Seksi 3, Diterapkan Buka-Tutup di Jalan Nasional Sumsel KM 69-71

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR