Jakarta, TopBusiness — Di PT Bursa Efek Indonesia, indeks harga saham gabungan atau IHSG pada Selasa (27/01/2026) pagi dibuka melemah 0,75 poin atau 0,01 persen ke posisi 8.974,57. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,70 poin (0,19 persen) ke level 880,72.
Pada perdagangan pagi hingga sekitar pukul 09.15 WIB, IHSG bergerak di kisaran 8.900–8.970, turun sekitar 0,5–0,7 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Tekanan jual terlihat cukup merata, membuat laju indeks belum mampu keluar dari tren pelemahan di awal sesi.
Meski IHSG melemah, aktivitas perdagangan tercatat masih cukup aktif. Hingga awal sesi I, volume transaksi mencapai sekitar 5,5 miliar saham, dengan nilai transaksi harian tercatat sebesar sekitar Rp2,9 triliun. Adapun total frekuensi transaksi telah menembus 380 ribu kali, menunjukkan minat pelaku pasar tetap terjaga meskipun pergerakan indeks belum stabil.
Dari sisi pergerakan saham, jumlah emiten yang mengalami penurunan harga masih lebih banyak dibandingkan saham yang menguat. Tercatat ratusan saham berada di zona merah, sementara saham yang menguat dan stagnan relatif terbatas.
Pelemahan IHSG pada pagi hari ini terutama dipengaruhi oleh tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar di sektor keuangan, konsumer, industri, dan bahan baku. Beberapa saham unggulan yang memiliki bobot besar terhadap indeks tercatat bergerak turun, sehingga memberi kontribusi signifikan terhadap koreksi IHSG.
Sementara itu, hanya sebagian kecil sektor yang bergerak menguat terbatas, sehingga belum mampu menahan laju penurunan indeks secara keseluruhan.
Analis menilai pelemahan IHSG di awal sesi perdagangan mencerminkan sikap wait and see investor yang masih mencermati perkembangan sentimen global serta arah kebijakan ekonomi ke depan. Tekanan jual jangka pendek juga dipicu oleh aksi ambil untung setelah pergerakan indeks yang cukup volatil dalam beberapa waktu terakhir.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih bergerak konsolidatif dengan kecenderungan melemah terbatas sepanjang sesi perdagangan hari ini. Investor disarankan untuk mencermati level support terdekat sebagai area penahan penurunan, sementara peluang penguatan dinilai masih akan bergantung pada masuknya kembali sentimen positif dan arus beli, khususnya pada saham-saham berfundamental kuat.
(Sumber data: AI)
.
