Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 4.88%, tapi disertai dengan net buy asing Rp593 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, EXCL, DSSA, ADMR dan EMAS.
Untuk perdagangan hari ini, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, laju IHSG berpotensi untuk teknikal rebound dan potensi tes resist kuat di 8050.
“Dengan level Support IHSG diproyeksi di rentang 7780-7850 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 8000-8050,” ujar dia, dalam risetnya, Selasa (3/2/2026).
Global Overnight Review
Wall Street Menguat saat Emas dan Bitcoin Tertekan. Indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (2/2), mengawali awal bulan dengan sentimen positif.
Indeks Dow Jones melonjak 1,05%, S&P 500 naik 0,54%, dan Nasdaq Composite menguat 0,56%. Penguatan Wall Street terjadi di tengah tekanan signifikan pada aset berisiko.
Bitcoin sempat merosot ke bawah US$ 80.000 untuk pertama kalinya sejak April. Selain itu, harga perak juga anjlok sekitar 30% pada Jumat lalu.
Namun, tekanan di pasar komoditas mulai mereda pada perdagangan Senin, dimana Bitcoin, emas, dan perak rebound, sehingga menopang sentimen risk-off pada pasar saham.
Di sisi lain, saham Strategy, tertekan dengan penurunan sebesar 6,7%. Selain itu, saham Nvidia, di tengah munculnya keraguan terhadap kelanjutan tren kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
WSJ melaporkan, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, bahwa rencana Nvidia untuk menggelontorkan dana hingga US$ 100 miliar ke OpenAI mengalami hambatan.
Bursa Asia-Pasifik Kompak Melemah. Bursa Asia kompak turun pada perdagangan Senin (2/2). Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,25%, Hang Seng Hong Kong menurun 2,23%, Taiex Taiwan melemah 1,37%, Kospi Korea Selatan anjlok 5,26%, ASX 200 Australia turun 1,02%.
Sementara itu, Straits Times turun 0,26%, sedangkan FTSE Malaysia libur hari bursa. Pasar tengah mencermati rilis laporan pendapatan perusahaan, pertemuan bank sentral dan rilis data ekonomi utama.
Di sisi lain, partai Demokrat Liberal Perdana Menteri Sanae Takaichi kemungkinan akan meraih kemenangan telak dalam pemilihan majelis rendah minggu depan.
Kemenangan seperti itu kemungkinan akan mempermudah penerapan kebijakan stimulus yang agresif, sekaligus mengurangi ketidakpastian politik secara umum.
Pengeluaran yang didanai utang lebih banyak dapat menekan obligasi dan yen, dengan Takaichi membicarakan manfaat mata uang yang melemah untuk ekspor. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: EXCL, GOTO, TINS, INDY, BBNI, dan WIIM
- EXCL Spec Buy dengan area beli di 2880-2910, cutloss di bawah 2830. Target dekat di 3130-3200.
- GOTO Spec Buy dengan area beli di 61, cutloss di bawah 60. Target dekat di 63-65.
- TINS Spec Buy dengan area beli di 2870-2970, cutloss di bawah 2800. Target dekat di 3050-3100.
- INDY Spec Buy dengan area beli di 2760-2810, cutloss di bawah 2600. Target dekat di 2920-3020.
- BBNI Buy on Weakness dengan area beli di 4420-4500, cutloss di bawah 4400. Target dekat di 4570-4630.
- WIIM Spec Buy dengan area beli di 1700-1730, cutloss di bawah 1680. Target dekat di 1760-1820.
