TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Penjurian TOP BUMD Awards 2026: LRT Jakarta Pastikan Kesiapan Perusahaan Hadapi Lonjakan Penumpang

Nurdian Akhmad
6 February 2026 | 13:41
rubrik: BUMD, Business Info, Event
Penjurian TOP BUMD Awards 2026: LRT Jakarta Pastikan Kesiapan Perusahaan Hadapi Lonjakan Penumpang

Jakarta, TopBusiness – PT LRT Jakarta menegaskan kesiapan perusahaan dalam menyambut pengoperasian rute baru pada 2026 ini. Pembangunan Rute 1B yang menghubungkan Rawamangun hingga Manggarai saat ini telah mendekati tahap akhir dan ditargetkan selesai secara fisik pada Maret–April 2026.

Pengoperasian rute baru ini diperkirakan akan membawa dampak signifikan terhadap jumlah penumpang LRT Jakarta. “Dengan beroperasinya rute baru, jumlah penumpang berpotensi meningkat hingga mendekati 10 kali lipat dibandingkan kondisi saat ini. Ini tentu menuntut kesiapan operasional, layanan, dan SDM yang jauh lebih besar,” ujar Roberto Akyuwen, direktur utama LRT Jakarta dalam sesi presentasi Penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar secara daring, Kamis (6/2/2026).

Hadir pula dalam penjurian ini, Sahurdi (Direktur Keuangan dan Dukungan Bisnis PT LRT Jakarta) dan Aditia Kesuma Negara (Direktur Operasi dan Pengembangan PT LRT Jakarta). Sedangkan dewan juri yang hadir dalam penjurian ini: Prof. Dr Wahyudin Zarkasyi, SE, MSi. (Guru Besar Unpad), Nurul Y Setyabudi (IDTUG /BPSK DKI), Febrizal Efendi (Aspiluki), dan Kusuma Prabandari (Dwika Consulting) yang juga merangkap sebagai moderator.

Saat ini LRT Jakarta melayani Rute 1A sepanjang 5,8 kilometer dengan enam stasiun, yaitu aitu Pegangsaan Dua (yang juga menjadi lokasi kantor dan depo), Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome.

Penambahan Rute 1B akan memperluas jaringan menjadi lebih dari 12 kilometer serta memperkuat konektivitas antarmoda, khususnya dengan KRL, MRT, dan LRT Jabodebek di kawasan Manggarai.

Setelah pengembangan Rute 1A ke 1B, muncul pembahasan terkait kelanjutan jaringan LRT, antara diteruskan ke Rute 1C menuju Dukuh Atas atau kembali ke Rute 2A dari Pegangsaan Dua ke Jakarta International Stadium (JIS).

BACA JUGA:   Perkuat Tata Kelola dan Inovasi, PT BPR BKK Blora Jadi Sumber PAD

“Keduanya sama-sama strategis. Bagi kami sebagai operator, tugasnya adalah menyiapkan diri terhadap keputusan mana pun yang ditetapkan oleh Gubernur dan dibangun oleh Jakpro,” kata Roberto.

Kepada dewan juri, Roberto juga menegaskan bahwa pemilihan rute dan pembangunan infrastruktur menjadi tanggung jawab holding, dalam hal ini PT Jakarta Propertindo (Jakpro).  LRT Jakarta hanya bertugas mengoperasikan layanan yang telah dibangun oleh Jakpro.

Seiring rencana pengoperasian rute baru dan potensi lonjakan penumpang, LRT Jakarta melakukan penguatan kelembagaan dan SDM secara bertahap namun sistematis. Sepanjang 2025, perusahaan menjalankan berbagai program coaching, pelatihan teknikal, hingga pengembangan kepemimpinan.

“Kami mengundang sejumlah tokoh dan praktisi, antara lain Pak Irfan Setiaputra dan Prof. Rhenald Kasali. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan pihak seperti Dunamis melalui mekanisme lelang untuk program pengembangan berbasis experiential learning,” ujar Roberto.

Pekan lalu, LRT Jakarta juga  meluluskan Angkatan Pertama Program Nurturing Talent sebagai upaya menyiapkan talenta internal untuk mendukung pertumbuhan organisasi. Selain itu, perusahaan mulai melakukan rekrutmen tambahan pegawai, termasuk penambahan sekitar 170 personel satuan pengamanan untuk mendukung operasional lima stasiun baru.

“Seluruh langkah ini diarahkan untuk memastikan bahwa secara manajerial dan kelembagaan, LRT Jakarta cukup kuat untuk melayani skala operasional yang lebih besar,” kata dia.

Dari sisi digitalisasi, LRT Jakarta telah melakukan berbagai penyederhanaan proses bisnis, antara lain melalui e-procurement, penataan arsip digital (e-files), sistem absensi digital, serta penguatan sistem administrasi internal.

LRT Jakarta telah menerapkan sistem pembayaran tap-in dan tap-out berbasis QRIS/QRIS-Tap secara penuh. Ke depan, perusahaan juga merencanakan penerapan face recognition dan pengembangan data center di setiap stasiun, sehingga memungkinkan pengolahan data analitik untuk memahami profil penumpang dan meningkatkan kualitas layanan.

BACA JUGA:   Kinerja PT MRT Melesat Begitu Cepat

“Saat ini, kami telah memiliki war room dan dashboard pemantauan yang memungkinkan kami memonitor kondisi stasiun dan operasional secara real time,” tutur Roberto.

Saat ini, LRT Jakarta juga telah mengembangkan layanan inklusi, termasuk mempekerjakan penyandang disabilitas serta menjalankan program EduTour LRT Jakarta, yang hingga Desember 2025 lalu telah menjangkau 154 sekolah.

Kinerja Operasional dan Keuangan

Sepanjang 2025, PT LRT Jakarta menunjukkan kinerja operasional dan keuangan yang solid di tengah keterbatasan panjang lintasan dan skala operasi. Jumlah penumpang tercatat 1.336.859 orang, tumbuh 9 persen secara tahunan (year on year), dengan rata-rata harian mencapai 3.663 penumpang.

Secara historis, pertumbuhan penumpang LRT Jakarta mencatat CAGR 43 persen sepanjang 2021–2025, mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan transportasi berbasis rel ini.

Dari sisi kualitas layanan, on time performance (OTP) melampaui 99,9 persen, standar pelayanan minimum berada di atas 98 persen. Sedangkan tingkat kepuasan pelanggan mencapai 91,9 persen. “Menjaga ketepatan waktu dan kenyamanan penumpang adalah prioritas utama kami, terutama menjelang pengoperasian rute baru,” ujar Roberto.

Kinerja positif tersebut turut tercermin pada aspek finansial. Pada 2025, LRT Jakarta membukukan pendapatan Rp 302 miliar dengan laba bersih Rp5,6 miliar (unaudited) serta posisi kas dan setara kas Rp202 miliar. “Walaupun nilainya tidak besar, LRT Jakarta konsisten mencatat laba bersih setiap tahun, ini menunjukkan fundamental bisnis yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.

Penguatan GCG dan SDM

Penerapan good corporate governance (GCG) di LRT Jakarta juga menjadi perhatian  serius Roberto Akyuwen yang memang berlatar belakang karier dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

LRT Jakarta saat ini sudah menerapkan whistleblowing system yang dikelola pihak independen, e-procurement, serta pedoman anti-penyuapan dan penguatan fungsi satuan pengawasan internal (SPI). Seluruh praktik tata kelola mengacu pada SK-16/S.MBU/2012 Kementerian BUMN.

BACA JUGA:   Penjualan Aset Picu Laba Unilever Naik 30,1%

LRT Jakarta memperkuat keandalan organisasi melalui kepemilikan delapan sertifikasi sistem manajemen internasional, antara lain ISO 9001 (Manajemen Mutu), ISO 14001 (Lingkungan), ISO 45001 (K3), ISO 27001 (Keamanan Informasi), dan ISO 37001 (Anti Penyuapan), serta sertifikasi SMKP Perkeretaapian dan SMK3. Sertifikasi tersebut memastikan proses kerja berjalan aman, patuh, dan terstandar.

Berdasarkan penilaian, skor GCG LRT Jakarta yang mencapai 91,66 dengan kategori Sangat Baik.  Berkat tata kelola, LRT Jakarta tahun lalu serta memperoleh TOP GRC Award 2025 bintang 5.

Sementara itu, tingkat turnover karyawan relatif rendah, sekitar 2 persen. LRT Jakartajuga  telah memperoleh sertifikasi Great Place to Work untuk periode Agustus 2025–Agustus 2026.

LRT Jakarta juga telah mengembangkan fasilitas EV Charging Station (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik) berbasis pembangkit listrik tenaga surya (solar panel) sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap inovasi ramah lingkungan dan pengurangan jejak karbon.

Perusahaan juga menjalankan program daur ulang sampah plastik, pengolahan sampah organik berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, donor darah, penanggulangan banjir rob, urban farming dan lainnya.

Berkat kinerja dan berbagai inovasi bisnis yang dilakukan, LRT Jakarta terpilih menjadi kandidat peraih TOP BUMD Awards 2026.

Tags: PT LRT JakartaTOP BUMD Awards 2026
Previous Post

Kinerja Tangguh dan Inovasi Berkelanjutan, BPR Bangli Menuju Standar BUMD Unggul

Next Post

2025, UMKM BISA Ekspor Fasilitasi 1.217 UMKM dan Hasilkan Transaksi USD 134,87 Juta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR