TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perkuat SDM, RSUD Panglima Sebaya Tingkatkan Layanan dan Tata Kelola

Agus Haryanto
12 February 2026 | 15:06
rubrik: Event
Perkuat SDM, RSUD Panglima Sebaya Tingkatkan Layanan dan Tata Kelola

Jakarta, TopBusiness – Penguatan manajemen sumber daya manusia (SDM) di RSUD Panglima Sebaya, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, menjadi bagian penting dalam kerangka manajemen dan tata kelola organisasi, khususnya dalam mendukung pengembangan layanan kesehatan. Rumah sakit menempatkan fokus pada perluasan layanan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta penguatan kapasitas manajerial dan pengawasan agar selaras dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Hal tersebut disampaikan dalam pemaparan presentasi pada bagian Manajemen & Tata Kelola – Manajemen SDM, dalam rangka penjurian TOP BUMD Awards 2026. Dalam kesempatan itu dijelaskan bahwa organisasi menjalankan berbagai langkah strategis untuk memperluas dan memperkuat layanan kesehatan, disertai dengan penyesuaian sistem manajemen SDM melalui pelatihan dan peningkatan kompetensi pegawai.

Direktur RSUD Panglima Sebaya, Kamal Anshari, Sp.THT-KL, menyampaikan bahwa penguatan layanan harus berjalan seiring dengan kesiapan SDM yang mendukungnya. Menurutnya, pengembangan layanan kesehatan yang dilakukan rumah sakit selalu diselaraskan dengan penguatan kompetensi tenaga kesehatan agar pelayanan dapat berjalan optimal sesuai kebutuhan masyarakat.

“Pengembangan layanan kesehatan yang kami lakukan selalu diselaraskan dengan penguatan SDM melalui pelatihan dan peningkatan kompetensi, sehingga pelayanan dapat berjalan optimal sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Kamal saat presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang berjudul “Penguatan Mutu Pelayanan Kesehatan, Digitalisasi, dan Peran Strategis RSUD Panglima Sebaya dalam Mendukung Pembangunan Kesehatan Daerah Kabupaten Paser”, yang disampaikan secara online melalui aplikasi zoom meeting di Jakarta, Kamis ini.

Dalam sesi penjurian tersebut turut hadir jajaran manajemen RSUD Panglima Sebaya, antara lain Lisa Dayani, SKM, MM selaku Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan sekaligus Pelaksana Tugas Wakil Direktur Umum dan Keuangan, Jumiati, SKM dari Bidang Pengembangan, Rara Apriani, SKM (Bidang Perencanaan), serta Suhendra (Bidang Keuangan).

Sebagai bagian dari strategi penguatan layanan, RSUD Panglima Sebaya melakukan perluasan dan penguatan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penguatan layanan IGD menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesiapan rumah sakit terhadap kebutuhan pasien, sekaligus memastikan layanan kegawatdaruratan berjalan optimal.

BACA JUGA:   Bangkit dari Krisis NPL dan ROA Minus, BPR Padang Pariaman Cetak Laba dan Aset Melesat dalam Setahun

Menurut Kamal, penguatan IGD merupakan elemen penting dalam mendukung pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat. Rumah sakit menempatkan layanan kegawatdaruratan sebagai prioritas agar semakin responsif dan terintegrasi. “Perluasan dan penguatan layanan IGD menjadi prioritas agar pelayanan kegawatdaruratan dapat semakin responsif dan terintegrasi,” jelasnya.

Selain IGD, organisasi juga melakukan pembukaan Poli Eksekutif sebagai bentuk pengembangan layanan. Pembukaan poli ini menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu pelayanan dengan menyediakan pilihan layanan yang lebih luas sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan adanya Poli Eksekutif, rumah sakit diharapkan dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih variatif, sekaligus meningkatkan kepuasan pasien.

Pengembangan layanan juga mencakup sektor spesialisasi medis. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengembangan layanan Bedah Saraf. Langkah ini menunjukkan komitmen RSUD Panglima Sebaya dalam memperluas cakupan layanan kesehatan yang tersedia, sekaligus meningkatkan kemampuan pelayanan pada bidang-bidang tertentu.

Tidak hanya layanan klinis fisik, organisasi turut memberikan perhatian pada layanan kesehatan mental dengan melakukan penguatan layanan Kesehatan Jiwa. Penguatan ini menjadi bagian dari pengembangan layanan yang menyeluruh, mencakup aspek kesehatan fisik maupun kesehatan mental. Rumah sakit menilai bahwa layanan kesehatan jiwa menjadi kebutuhan yang semakin penting di tengah tantangan kesehatan masyarakat saat ini.

Di sisi lain, rumah sakit juga mengembangkan layanan penunjang diagnostik dan tindakan medis melalui pengembangan fasilitas Cathlab dan CT Scan. Penguatan fasilitas ini menjadi bagian dari strategi peningkatan layanan kesehatan dengan dukungan teknologi medis yang lebih memadai.

Kamal menegaskan bahwa pengembangan fasilitas layanan harus didukung oleh tenaga kesehatan yang kompeten. Menurutnya, penyediaan peralatan medis modern tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga kesiapan SDM yang mampu mengoperasikan dan memberikan pelayanan sesuai standar.

BACA JUGA:   Level GRC Maturity Tinggi, BPJS Kesehatan Sudah Berhasil Wujudkan SDGs

“Pengembangan Cathlab dan CT Scan tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga kesiapan SDM melalui pelatihan dan sertifikasi teknis agar layanan dapat berjalan maksimal,” ujarnya.

Seluruh pengembangan layanan tersebut dijalankan dengan pendekatan yang diselaraskan dengan manajemen SDM. Organisasi menekankan bahwa peningkatan layanan harus diikuti dengan kesiapan kompetensi pegawai. Karena itu, dilakukan pengembangan layanan yang selaras dengan manajemen SDM melalui pelatihan dan peningkatan kompetensi pegawai sesuai kebutuhan layanan.

Dengan demikian, setiap perluasan layanan yang dijalankan dapat didukung oleh tenaga kerja yang memiliki kemampuan dan keterampilan relevan. Rumah sakit memandang bahwa SDM merupakan aset utama dalam keberhasilan pelayanan kesehatan.

Sertifikasi Teknis

Dalam rangka mendukung pengembangan layanan, organisasi melaksanakan pelatihan dan sertifikasi teknis bagi tenaga kesehatan. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas SDM agar mampu memberikan pelayanan yang sesuai standar dan kebutuhan organisasi.

“Pelatihan dan sertifikasi teknis merupakan bagian penting dari pengembangan layanan yang kami jalankan, karena kompetensi tenaga kesehatan harus terus diperkuat,” kata Kamal.

Selain peningkatan kompetensi teknis, organisasi juga melakukan penguatan pada aspek manajerial. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penguatan kompetensi manajerial dan kepemimpinan bagi Direksi. Penguatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi melalui kepemimpinan yang kompeten dan mampu mengarahkan strategi pelayanan serta pengembangan organisasi secara berkelanjutan.

Tidak hanya Direksi, organisasi juga meningkatkan kapasitas Dewan Pengawas melalui pelatihan tata kelola dan pengawasan badan layanan umum daerah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan tata kelola organisasi, memastikan bahwa fungsi pengawasan berjalan optimal serta mendukung pengelolaan layanan secara transparan dan akuntabel.

Organisasi menegaskan bahwa pengembangan SDM dilakukan secara berkelanjutan dan selaras dengan strategi bisnis serta kebutuhan layanan. Dengan penguatan kompetensi secara terus-menerus, rumah sakit berupaya menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.

BACA JUGA:   Webinar TOP CSR Awards 2026: CSR Berkualitas Mampu Tingkatkan Reputasi dan Nilai Perusahaan

Kamal menekankan bahwa pengembangan SDM merupakan kunci agar organisasi mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan. “Pengembangan SDM berkelanjutan yang selaras dengan strategi bisnis dan kebutuhan layanan menjadi komitmen kami dalam memperkuat tata kelola rumah sakit,” ucapnya.

Sebagai bentuk nyata pengembangan SDM, organisasi mencatat jumlah SDM yang mengikuti pelatihan baik internal maupun eksternal. Data partisipasi pelatihan menunjukkan bahwa pada tahun 2024 sebanyak 375 orang mengikuti pelatihan, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi 387 orang.

Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan jumlah SDM yang mengikuti pelatihan, sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan kompetensi pegawai secara berkelanjutan.

“Peningkatan jumlah pegawai yang mengikuti pelatihan menunjukkan bahwa penguatan kompetensi SDM terus berjalan untuk mendukung pengembangan layanan,” kata Kamal.

Upaya peningkatan kompetensi tidak hanya menyasar tenaga kesehatan, tetapi juga mencakup direksi, komisaris, dan pengawas. Organisasi menjalankan program peningkatan kompetensi SDM secara menyeluruh untuk memastikan seluruh elemen manajemen memiliki kapasitas yang kuat dalam mendukung tata kelola.

Melalui berbagai langkah strategis, RSUD Panglima Sebaya terus memperkuat manajemen SDM sebagai bagian dari tata kelola layanan kesehatan. Perluasan layanan IGD, pembukaan Poli Eksekutif, pengembangan Bedah Saraf, penguatan Kesehatan Jiwa, serta pengembangan Cathlab dan CT Scan menjadi contoh nyata penguatan layanan yang dilakukan.

Seluruh langkah tersebut diselaraskan dengan manajemen SDM melalui pelatihan, sertifikasi teknis, penguatan kompetensi kepemimpinan Direksi, peningkatan kapasitas Dewan Pengawas, serta pengembangan SDM berkelanjutan sesuai strategi bisnis dan kebutuhan layanan. Dengan demikian, rumah sakit semakin siap memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas sekaligus mendukung pembangunan kesehatan daerah Kabupaten Paser.

Previous Post

Jelang Right Issue, Pengendali Borong Saham IRSX hingga Rp64,38 Miliar

Next Post

Sepanjang 2025, Bank Mandiri Salurkan Bansos ke 7,45 Juta Penerima

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR