Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia ditutup melemah pada perdagangan Jumat (13/2/2026) menjelang libur panjang pekan ini.
IHSG terkoreksi 53,08 poin atau 0,64% ke level 8.212,27 pada penutupan perdagangan, mencerminkan aksi jual yang mendominasi pasar seiring investor cenderung melakukan profit taking sebelum memasuki masa libur.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia tetap berlangsung ramai meski indeks melemah. Nilai transaksi harian tercatat masih berada di kisaran lebih dari Rp20 triliun, dengan volume perdagangan mencapai puluhan miliar saham dan frekuensi transaksi menembus jutaan kali. Kapitalisasi pasar BEI juga masih bertahan di level tinggi, berada pada kisaran Rp15.000 triliun hingga Rp16.000 triliun, meskipun terjadi koreksi indeks pada sesi akhir pekan.
Tekanan terhadap IHSG terutama datang dari sejumlah saham berkapitalisasi besar yang mengalami pelemahan dan menjadi pemberat indeks. Saham-saham yang turun signifikan di antaranya berasal dari sektor konstruksi, properti, serta beberapa emiten yang mencatat koreksi lebih dari 10% dalam sehari. Kondisi ini membuat laju indeks tertahan meski terdapat beberapa saham yang masih mampu menguat dan menjadi penopang, khususnya dari kelompok saham lapis dua dan tiga yang mencatat kenaikan tajam.
Dari sisi sentimen, pelemahan IHSG dipengaruhi oleh kehati-hatian investor menjelang libur panjang, di mana pelaku pasar cenderung mengurangi eksposur risiko dan mengamankan keuntungan setelah penguatan dalam beberapa pekan terakhir. Selain itu, pergerakan bursa global yang cenderung melemah turut memberi tekanan pada pasar domestik, sehingga investor lebih selektif dalam melakukan transaksi.
Meski ditutup di zona merah, tingginya nilai transaksi dan volume perdagangan menunjukkan likuiditas pasar masih kuat. Koreksi ini dinilai lebih bersifat teknikal dan wajar menjelang jeda perdagangan panjang. Ke depan, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada perkembangan sentimen eksternal serta rilis data ekonomi yang berpotensi menjadi katalis pergerakan IHSG pada pekan berikutnya.
(Sumber data AI)
