TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Ditutup Melemah ke Level 8.212 Jelang Libur Panjang, Investor Profit Taking Dominasi Perdagangan

Agus Haryanto
13 February 2026 | 16:27
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia ditutup melemah pada perdagangan Jumat (13/2/2026) menjelang libur panjang pekan ini.

IHSG terkoreksi 53,08 poin atau 0,64% ke level 8.212,27 pada penutupan perdagangan, mencerminkan aksi jual yang mendominasi pasar seiring investor cenderung melakukan profit taking sebelum memasuki masa libur.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia tetap berlangsung ramai meski indeks melemah. Nilai transaksi harian tercatat masih berada di kisaran lebih dari Rp20 triliun, dengan volume perdagangan mencapai puluhan miliar saham dan frekuensi transaksi menembus jutaan kali. Kapitalisasi pasar BEI juga masih bertahan di level tinggi, berada pada kisaran Rp15.000 triliun hingga Rp16.000 triliun, meskipun terjadi koreksi indeks pada sesi akhir pekan.

Tekanan terhadap IHSG terutama datang dari sejumlah saham berkapitalisasi besar yang mengalami pelemahan dan menjadi pemberat indeks. Saham-saham yang turun signifikan di antaranya berasal dari sektor konstruksi, properti, serta beberapa emiten yang mencatat koreksi lebih dari 10% dalam sehari. Kondisi ini membuat laju indeks tertahan meski terdapat beberapa saham yang masih mampu menguat dan menjadi penopang, khususnya dari kelompok saham lapis dua dan tiga yang mencatat kenaikan tajam.

Dari sisi sentimen, pelemahan IHSG dipengaruhi oleh kehati-hatian investor menjelang libur panjang, di mana pelaku pasar cenderung mengurangi eksposur risiko dan mengamankan keuntungan setelah penguatan dalam beberapa pekan terakhir. Selain itu, pergerakan bursa global yang cenderung melemah turut memberi tekanan pada pasar domestik, sehingga investor lebih selektif dalam melakukan transaksi.

Meski ditutup di zona merah, tingginya nilai transaksi dan volume perdagangan menunjukkan likuiditas pasar masih kuat. Koreksi ini dinilai lebih bersifat teknikal dan wajar menjelang jeda perdagangan panjang. Ke depan, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada perkembangan sentimen eksternal serta rilis data ekonomi yang berpotensi menjadi katalis pergerakan IHSG pada pekan berikutnya.

BACA JUGA:   Indeks Perlihatkan Pengurangan Poin

(Sumber data AI)

Tags: ihsgindeks
Previous Post

Dukung Ekonomi Kabupaten Tangerang: LKM Arta Kerta Raharja Tunjukkan Kinerja Bisnis Tangguh, Prudent, dan Tumbuh

Next Post

Selama 2025, HAIS Catatkan Pendapatan Turun 13,51% Jadi Rp880,58 Miliar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR