Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Selasa (24/2/2026) di PT Bursa Efek Indonesia menguat 31,97 poin atau setara 0,38 persen ke posisi 8.428,05.
Sementara itu, indeks LQ-45 yang berisi 45 saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar tercatat turun tipis 0,92 poin atau 0,11 persen ke level 848,68.
Pada sesi pembukaan hingga sekitar pukul 09.15 WIB, aktivitas perdagangan terpantau cukup aktif. Tercatat volume transaksi mencapai sekitar 2,1 miliar saham dengan frekuensi lebih dari 165 ribu kali transaksi. Adapun nilai transaksi pada awal sesi menyentuh kisaran Rp1,2 triliun.
Dari total saham yang diperdagangkan, mayoritas berada di zona hijau. Sekitar 240 saham menguat, 180 saham melemah, dan sisanya stagnan. Sektor energi, perbankan, dan infrastruktur menjadi penopang utama penguatan indeks pada awal perdagangan.
Secara teknikal, pergerakan IHSG yang kembali berada di atas level 8.400 menunjukkan momentum beli masih terjaga. Level 8.400 kini menjadi area support jangka pendek, sedangkan rentang 8.450–8.500 menjadi area resistance terdekat yang berpotensi diuji apabila tekanan beli berlanjut sepanjang sesi I.
Namun, pelemahan tipis pada indeks LQ-45 mengindikasikan adanya aksi ambil untung pada sejumlah saham unggulan berkapitalisasi besar. Hal ini mencerminkan pelaku pasar masih cenderung selektif, terutama pada saham-saham yang sebelumnya telah mengalami kenaikan signifikan.
Sentimen eksternal dan domestik masih menjadi perhatian investor, termasuk pergerakan bursa global serta ekspektasi terhadap data ekonomi dan kebijakan moneter. Jika aliran dana asing tetap masuk dan volume transaksi meningkat pada sesi berikutnya, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan hingga penutupan perdagangan hari ini.
Secara keseluruhan, pembukaan perdagangan hari ini mencerminkan optimisme yang terjaga, meskipun pasar tetap dibayangi potensi volatilitas seiring dinamika sentimen global dan aksi profit taking di saham-saham unggulan.
(Data: AI)
