Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan turun hari ini.
Dalam laman samuel.co.id, riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Kamis (5/3/2026) memperlihatkan judul JCI Diperkirakan Turun Hari Ini.
Pasar AS ditutup lebih tinggi pada hari Rabu (4 Maret). Dow +0,49%, S&P 500 +0,78%, dan Nasdaq +1,29%. Indeks utama AS naik pada hari Rabu, memperpanjang momentum dari sesi sebelumnya, karena harga minyak turun menyusul perkembangan konflik AS-Israel dengan Iran dan kekhawatiran atas potensi perlambatan ekonomi AS mereda. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun meningkat 0,90% menjadi 4,096%, sementara Indeks Dolar AS turun 0,29% menjadi 98,77.
Pasar komoditas ditutup bervariasi pada hari Rabu (4 Maret). Minyak mentah WTI naik 0,13% menjadi USD 74,66/bbl, minyak mentah Brent stabil di USD 81,40/bbl, batu bara turun 3,70% menjadi USD 132,90/ton, CPO -0,17% menjadi MYR 4.179/ton, dan emas +1,01% menjadi USD 5.140/oz.
Pasar Asia ditutup lebih rendah pada hari Rabu (4 Maret). Hang Seng turun 2,01%, Nikkei -3,61%, dan Shanghai turun 0,98%.
JCI turun 4,57% menjadi 7.577,06, dengan penjualan bersih asing sebesar Rp 118,1 miliar, terdiri dari penjualan bersih Rp 214,1 miliar di pasar reguler dan pembelian bersih Rp 96,0 miliar di pasar negosiasi. Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler tercatat di BBCA (Rp 573,4 miliar), BBNI (Rp 178,5 miliar), dan ANTM (Rp 94,7 miliar), sementara pembelian bersih asing terbesar terlihat di BUMI (Rp 114,6 miliar), PTRO (Rp 87,2 miliar), dan PTBA (Rp 72,4 miliar). Saham-saham yang mengalami pergerakan terbesar adalah SGRO, IFSH, dan POLU, sedangkan saham-saham yang mengalami pergerakan lebih kecil adalah TLKM, AMMN, dan BRMS.
Pagi ini, baik KOSPI (10,3%) maupun Nikkei (4,15%) dibuka lebih tinggi. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan terus menurun menyusul prospek negatif yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Fitch Ratings,” demikian isi laporan riset.
