TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Awal Pekan, BNI Sekuritas Rekomendasikan Buy Saham BUMI, MEDC, ELSA, INCO, ARCI, dan TINS

Busthomi
9 March 2026 | 08:51
rubrik: Capital Market
Hari Ini, Buy Enam Saham Pilihan Ini: BRMS, ANTM, BIPI, PTRO, MBMA, dan VKTR

Ilustrasi trading saham di Bursa Efek Indonesia. FOTO: Hasil AI ChatGPT

Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 1.62%, disertai dengan net sell asing ~308 Bn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BMRI, BBCA, BBNI dan ESSA.

Untuk perdagangan hari ini, Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas mengatakan, laju IHSG berpotensi rebound ke 7650, tapi jika tidak berhasil break di atas 7700, akan kembali koreksi ke 7400an.

“Dengan level Support IHSG diproyeksi di rentang 7400-7480 dan level Resist IHSG di kisaran 7650-7700,” ujar Fanny dalam risetnya, Senin (9/3/2026).

Trading Idea hari ini: BUMI, MEDC, ELSA, INCO, ARCI, dan TINS

  • BUMI Spec Buy dengan area beli di 226-230, cutloss di bawah 220. Target dekat di 234-240.
  • MEDC Spec Buy dengan area beli di 1740-1765, cutloss di bawah 1735. Target dekat di 1815-1860.
  • ELSA Spec Buy dengan area beli di 835-850, cutloss di bawah 820. Target dekat di 875-900.
  • INCO Spec Buy dengan area beli di 6100-6200, cutloss di bawah 5950. Target dekat di 6300-6500.
  • ARCI Spec Buy dengan area beli di 1620-1680, cutloss di bawah 1600. Target dekat di 1710-1760.
  • TINS Spec Buy dengan area beli di 3700-3760, cutloss di bawah 3640. Target dekat di 3800-3870.       

Global Overnight Review

Wall Street Turun Imbas Pasar Kerja AS yang Melemah dan Kenaikan Harga Minyak. Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (6/3), di tengah pelemahan pasar tenaga kerja AS dan kenaikan harga minyak hingga 12% karena meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,95%. Laporan penggajian yang mengecewakan meningkatkan kekhawatiran bahwa ekonomi AS mungkin sedang melambat tepat ketika ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong biaya energi melonjak tajam.

BACA JUGA:   Saham Hari Ini: Kalbe Farma, Adaro Energy, United Tractors

Harga minyak melesat, didorong oleh serangan militer AS-Israel di Iran, yang menghentikan pengiriman melalui Selat Hormuz, dan oleh peringatan dari Qatar bahwa harga minyak mentah dapat melonjak hingga US$ 150 per barel.

Harga minyak mentah berjangka AS naik lebih dari 12% pada hari Jumat, menjadi US$ 91 per barel, sementara Brent internasional naik sekitar 8,5% menjadi US$ 92 per barel.

Di sisi emiten, saham BlackRock turun 7,1% karena keputusan untuk membatasi penarikan dari dana kredit swasta utama. Saham Western Alliance turun 8,4%, saham Jefferies turun 13,5%. Tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,4%.

Bursa Asia Beragam. Bursa Asia melemah pada perdagangan Jumat pekan lalu (6/3). Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,62%, Topix menguat 0,39%, Hang Seng Hong Kong meningkat 1,72%, Taiex Taiwan turun 0,22%, Kospi Korea Selatan naik moderat 0,02%, ASX 200 Australia melemah 1%, Straits Times Singapura naik 0,03% dan FTSE Malaysia menguat 0,28%.

Bursa Asia bervariasi di tengah konflik Timur Tengah yang berkepanjangan dan serangan Iran kembali mendorong penurunan aset-aset berisiko.

Di sisi lain, perhatian sebagian besar investor tertuju pada minyak. Dimana harga minyak mentah WTI berada di level US$ 91 per barel. Hal tersebut terjadi setelah pemerintahan Trump mempertimbangkan berbagai pilihan untuk mengatasi lonjakan harga minyak dan bensin di tengah perang Iran.

Sementara itu, fokus investor akan beralih pada laporan nonfarm payrolls AS. Sebelumnya data klaim pengangguran AS cenderung stagnan pekan lalu. Laporan nonfarm payrols yang akan dirilis Jumat waktu AS, diperkirakan akan menunjukkan perlambatan perekrutan tenaga kerja pada bulan lalu. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)

Tags: rekomendasi sahamsahamsaham hari inisaham pilihan
Previous Post

Masih Ada Kans Bearish, Beli Empat Saham Ini: BRIS, ANTM, PSAB, MBMA

Next Post

Wapres Kunjungi Proyek Pengembangan Dermaga dan Fasilitas Produksi SIG di Tuban

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR