
Jakarta, businessnews.id — Kebutuhan permodalan bank BUMN (badan usaha milik negara) tahun 2015 akan meningkat. Kalau tidak ada penambahan modal inti, guna memenuhi ketentuan rasio LDR (loan to deposit ratio) maksimum 90 persen, akan sulit.
Untuk itu Himbara (Himpunan Bank-bank Milik Negara) mengusulkan pembagian deviden kepada pemerintah cukup 20 persen.
Menurut Ketua Himbara Gatot Suwondo, di Jakarta hari ini, itu merupakan satu cara untuk mencukupi modal melalui akumulasi keuntungan.
“Kalau deviden dikurangi akan masuk ke perseroan,” dia berkata.
Untuk menjaga kecukupan modal, deviden untuk Pemerintah Indonesia seyogianya sebesar 20 persen sampai 25 persen. “Kami sudah mengajukan itu, namun Pemerintah Indoenesia tetap meminta 30 persen,” kata Gatot.
Atas permintaan Pemerintah Indonesia tentang deviden out 30 persen, ia bisa memaklumi karena memang butuh dana untuk menutupi kebutuhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Kita harus melihat dengan seimbang, lah,” kata Gatot. (ZIZ)
EDITOR: DHI