Jakarta, TopBusiness — Kinerja PT Indonesian Paradise Property Tbk (IDX: INPP) atau Paradise Indonesia memasuki tahun 2026 dengan fundamental yang semakin kuat setelah mencatat pertumbuhan pendapatan yang signifikan pada tahun buku 2025. Perseroan optimistis tren positif tersebut akan berlanjut pada 2026 seiring bertambahnya sumber pendapatan berulang (recurring income) dari sejumlah proyek baru yang mulai beroperasi.
Sepanjang 2025, Paradise Indonesia membukukan pendapatan neto sebesar Rp1,74 triliun atau tumbuh 32,9% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan ini ditopang oleh berlanjutnya proses serah terima unit apartemen Antasari Place, kontribusi dari perluasan 23 Paskal Shopping Center yang mulai beroperasi pada pertengahan 2025, serta peluncuran serviced residence Citadines pada September 2025.
Memasuki 2026, kontribusi dari aset-aset tersebut diperkirakan semakin optimal sehingga memperkuat basis pendapatan berulang perusahaan.
Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, mengatakan bahwa perseroan berhasil menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat posisi keuangan sebagai fondasi ekspansi pada tahun ini.
“Kami bersyukur dapat mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang konsisten selama lima tahun berturut-turut sambil melipatgandakan cadangan kas. Dengan struktur permodalan yang sehat dan basis recurring income yang kuat, kami siap mengakselerasi proyek-proyek ikonik baru demi menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya dalam keterangan persnya yang dikutip, Senin (30/3/2026).
Per akhir 2025, kas dan setara kas Paradise Indonesia melonjak 113,3% menjadi Rp 771,39 miliar. Peningkatan likuiditas ini didorong oleh sejumlah langkah strategis, termasuk penerbitan obligasi senilai Rp500 miliar serta masuknya mitra strategis pada salah satu aset perusahaan.
Dengan kondisi tersebut, struktur permodalan perseroan tetap berada pada level yang sangat sehat. Rasio Net Debt to Equity (Net DER) tercatat rendah di level 0,21 kali, memberikan ruang yang luas bagi perusahaan untuk mendanai ekspansi bisnis pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya.
Proyek Baru 2026
Pada 2026, Paradise Indonesia juga akan memperluas portofolio aset komersialnya melalui pengoperasian pusat perbelanjaan 23 Semarang Shopping Center di Semarang yang dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal II tahun ini.
Selain itu, perseroan juga tengah mengembangkan proyek Fase 1 88 Plaza Balikpapan di Balikpapan yang akan menjadi salah satu motor pertumbuhan jangka panjang.
Saat ini, struktur pendapatan perusahaan ditopang oleh tiga segmen utama. Segmen perhotelan memberikan kontribusi terbesar dengan porsi 36%, diikuti segmen komersial sebesar 34%, serta penjualan properti sebesar 30%.
Dengan kombinasi proyek baru, basis pendapatan berulang yang semakin kuat, serta struktur permodalan yang konservatif, Paradise Indonesia optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan dan memperkuat posisinya sebagai pengembang properti ikonik di Indonesia sepanjang 2026.
