Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia dibuka melemah pada perdagangan Selasa (31/3/2026). IHSG terkoreksi 31,32 poin atau 0,44 persen ke level 7.122,99. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga turun 3,16 poin atau 0,44 persen ke posisi 720,65.
Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi mencerminkan tekanan jual yang masih cukup dominan di pasar. Hingga pembukaan sesi I, frekuensi transaksi tercatat sekitar 240 ribu kali dengan volume perdagangan mencapai kisaran 4,5 miliar saham dan nilai transaksi sekitar Rp2,1 triliun. Likuiditas yang relatif tinggi ini menunjukkan minat transaksi tetap terjaga, meskipun arah pergerakan indeks berada di zona merah.
Pelemahan IHSG pada awal sesi dipengaruhi oleh pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penopang utama indeks. Saham PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terpantau memberikan tekanan terhadap indeks seiring aksi jual investor. Selain itu, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Merdeka Copper Gold Tbk juga turut melemah dan memperberat pergerakan IHSG.
Dari sisi sektoral, tekanan terlihat cukup merata, terutama pada sektor keuangan dan komoditas yang selama ini memiliki bobot besar dalam pembentukan indeks. Kondisi ini mencerminkan bahwa pelemahan bukan hanya bersifat teknikal, tetapi juga dipengaruhi oleh sentimen pasar yang lebih luas.
Secara global, pasar saham masih dibayangi ketidakpastian yang mendorong investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko. Sentimen tersebut turut memicu aksi ambil untung setelah penguatan yang terjadi dalam beberapa waktu sebelumnya. Selain itu, arus dana asing yang cenderung keluar dari pasar saham domestik juga menjadi faktor yang menekan pergerakan IHSG pada pembukaan hari ini.
Secara teknikal, IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah setelah gagal menembus level resistance kuat. Level support jangka pendek diperkirakan berada di kisaran 7.050 hingga 7.100, sehingga pergerakan indeks masih berpotensi fluktuatif sepanjang sesi perdagangan.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati sambil menunggu sentimen baru yang dapat mendorong arah pergerakan indeks. Meski demikian, peluang rebound teknikal masih terbuka apabila tekanan jual mulai mereda dan terjadi akumulasi pada saham-saham unggulan.
Data AI
