Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia ditutup menguat signifikan pada perdagangan Rabu (1/04/2026). IHSG naik 136,43 poin atau 1,92 persen ke level 7.184,43, didorong oleh aksi beli investor pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Penguatan indeks terjadi seiring meningkatnya aktivitas perdagangan. Hingga penutupan, volume transaksi tercatat sekitar 56 miliar saham dengan frekuensi perdagangan mencapai kurang lebih 3,5 juta kali transaksi. Sementara itu, nilai transaksi di pasar reguler diperkirakan berada di kisaran Rp32 triliun.
Dari sisi pergerakan saham, mayoritas saham berada di zona hijau. Saham-saham unggulan menjadi penopang utama kenaikan indeks, terutama dari sektor perbankan dan komoditas.
Beberapa saham penggerak IHSG antara lain BBRI yang ditutup di kisaran Rp5.800, BBCA di sekitar Rp9.900, BMRI di level Rp6.400, serta TLKM yang berada di kisaran Rp3.950. Selain itu, saham berbasis komoditas seperti AMMN dan ANTM juga turut menguat seiring perbaikan sentimen sektor energi dan mineral.
Kenaikan IHSG pada perdagangan hari ini didorong oleh aksi beli selektif atau bargain hunting setelah pasar mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Investor mulai kembali masuk ke saham-saham berfundamental kuat yang dinilai telah berada pada level valuasi menarik.
Selain itu, sentimen global yang cenderung stabil turut meningkatkan minat risiko investor. Kondisi ini memberikan ruang bagi pasar saham domestik untuk bergerak lebih positif.
Secara sektoral, penguatan paling besar terlihat pada sektor keuangan yang kembali menjadi penopang utama indeks. Sementara itu, sektor energi dan bahan baku juga menunjukkan kinerja positif.
Dari sisi teknikal, IHSG berhasil menembus kembali level psikologis 7.100 yang menjadi indikasi awal pemulihan tren jangka pendek. Level support diperkirakan berada di kisaran 7.050 hingga 7.100, sedangkan resistance terdekat berada pada area 7.250 hingga 7.300.
Untuk perdagangan selanjutnya, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan catatan tetap didukung oleh arus dana masuk dan sentimen global yang kondusif. Namun, volatilitas masih perlu diwaspadai, terutama terkait dinamika eksternal dan pergerakan investor asing.
Investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih saham, dengan fokus pada emiten berfundamental kuat serta memiliki prospek kinerja yang solid di tengah kondisi pasar yang masih dinamis.
Sumber: Data AI
